Hasan-Nasrallah-2Beirut, LiputanIslam.com –   Sekjen gerakan Hizbullah yang berbasis di Lebanon, Hassan Nasrallah, menilai kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/ISIL/IS/DAISH) sebagai alat bagi Amerika Serikat (AS) untuk mencabik-cabik Timur Tengah, baik disadari atau tidak oleh ISIS.

Hal itu dia nyatakan dalam pidatonya melalui video konferensi pada peringatan 9 tahun kemenangan perang Hizbullah melawan Israel pada tahun 2006, Jumat (14/8), di kawasan Wadi al-Hujair – al-Saluki, Lebanon Selatan.

“Kita sekarang harus menolak pemecah belahan yang diupayakan oleh AS, Israel dan beberapa kekuatan regional -baik disadari atau tidak-, termasuk Arab Saudi. AS sekarang menggunakan ISIS untuk memecah kawasan ini, baik hal ini disadari atau tidak oleh ISIS,” ungkapnya, sebagaimana dilansir Alalam.

Dia menjelaskan bahwa AS memperalat ISIS untuk merekonstruksi komposisi Timteng, menjatuhkan negara-negara, dan membuat peta baru. Karena itu AS yang ingin menjadikan ISIS sebagai alat untuk mengoyak Suriah tidak akan menghantam ISIS di Suriah, dan trik yang sama juga digunakan AS di negara-negara lain di Timteng.

Mengenai serangan Saudi dan sekutunya terhadap Yaman, Sekjen Hizbullah kembali menegaskan kecamannya. Dia menegaskan, “Perlu kami tekankan lagi hari ini penolakan kami atas penghalalan (darah) yang berbahaya ini, yang mengasasi penghalalan-penghalanan berbahaya dari AS dan Israel.”

Nasrallah memastikan bahwa selagi di Yaman masih keimanan, tekad dan kehendak untuk hidup bermartabat maka tidak mungkin agreasi Saudi itu akan menang.

Mengenai kegagalan Israel dalam agresi ke Lebanon pada tahun 2006 hingga terjadi perang dengan Hizbullah selama 33 hari, Nasrallah meyakini adanya pertolongan Allah bagi prajurit Hizbullah dalam menghadapi kekuatan besar Israel.

“Hari ini adalah hari kemenangan ilahiah, dan bukan sekedar kemenangan. Sebab Allah telah menganugerahi kami kemenangan ini, dan orang yang melihat perimbangan (militer) tentu akan dapat dengan mudah mengetahui bahwa apa yang terjadi adalah keajaiban yang hakiki, yang tak dapat dijelaskan dengan sebab-sebab materialistik biasa,” ujarnya.

Wadi al-Saluki adalah tempat rontoknya 54 tank Mirkava Israel di tangan para pejuang Hizbullah, dan si situ pula terhenti gerak maju agresi darat pasukan Zionis ke Lebanon. Karena itu tempat ini menjadi simbol kemenangan Hizbullah dalam perang yang berlangsung 33 hari melawan Israel pada Juli – Agustus 2006.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL