nasrallah bent jbeilBent Jbeil, LiputanIslam.com – Sekretaris Jenderal (sekjen) Hizbullah Sayid Hasan Nasrallah menegaskan bahwa kegagalan agenda militer Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya di Timur Tengah bermula sejak adanya resistensi dan perlawanan (muqawamah), agenda mereka di Suriahpun akan kandas lalu Damaskus sebagai poros muqamah akan segera menang, dan Suriah serta Hizbullah akan diapresiasi oleh negara-negara Timur Tengah, termasuk pihak-pihak yang semula mengecam keterlibatan Hizbullah di Suriah.

Dalam pidato televisi yang ditayangkan untuk “Festival ke-14 Kemenangan dan Pembebasan (Lebanon selatan dari cengkraman Zionis) Tahun 2000” yang berlangsung di kota Bent Jbeil, Lebanon Selatan, Minggu (25/5) dia juga menyebut kekandasan “proyek Israel Raya” sebagai hasil terpenting kemenangan muqawamah pada tahun 2000. Festival itu sendiri dihadiri oleh puluhan ribu rakyat dari berbagai penjuru Lebanon.

“Kita tiap tahun berkumpul di tempat ini dalam rangka memperingati kemenangan pada tahun 2000 demi menegaskan realitas bahwa kemenangan tahun 2000 adalah prestasi bersejarah dan besar. Kita berkumpul di sini juga untuk menekankan bahwa pesan dan makna terpenting dari kemenangan itu ialah kekandasan proyek Israel Raya,” tegas Nasrallah.

Dia menambahkan, “Kami menegaskan bahwa kemenangan adalah milik Lebanon serta umat Arab dan Islam, dan bukan milik kelompok tertentu. Kemenangan ini adalah milik seluruh umat Islam yang semuanya tengah berperang melawan Zionisme.”

Menurut Nasrallah, kemenangan di Lebanon Selatan itu merupakan kunci bagi semua kemenangan yang datang selanjutnya sehingga layak diperingati dan dirayakan setiap tahun.

Mengenai Perang Suriah, Sekjen Hizbullah menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) dan para sekutunya sengaja mengerahkan para teroris ke Suriah untuk menghancurkan Suriah yang merupakan poros muqawamah. “Namun,” tuturnya, “agenda anti Suriah kini mulai terungkap, dan negara Arab ini pada akhirnya akan menang atas milisi yang didukung pihak-pihak keji di luar negeri.”

Nasrallah mengatakan, “Akan tiba saatnya semua fakta akan terungkap, dan semua rakyat dan pemerintah di kawasan (Timur Tengah) akan sadar serta mengapresiasi kesolidan dan kemenangan Suriah dan rakyatnya, karena mereka akan memahami betapa besar bahaya yang telah diatasi oleh resistensi Suriah dan betapa buruk dampak yang telah ditanggulangi bagi seluruh kawasan, khususnya Palestina.”

“Bahkan,” lanjut Nasrallah, “negara-negara yang anti Suriahpun pada akhirnya akan datang berterima kasih kepada Suriah atas resistensi dan kemenangannya, dan pihak-pihak yang mengecam keterlibatan kami dan mengatakan ‘mengapa kalian campur tangan di Suriah’ suatu saat juga akan datang kepada kami untuk mengatakan, ‘Bagus kalian!’”

Nasrallah menilai skenario anti Suriah akan kontraproduktif bagi Barat karena para ekstrimis militan sekarang sudah mulai kembali ke negara-negara asal mereka, termasuk di Eropa. Hal ini dia tegaskan karena apa yang dilakukan tentara Suriah sekarang adalah operasi pembersihan semua wilayah Suriah dari keberadaan para ekstrimis bersenjata.

Dia juga mengatakan bahwa negara-negara Barat dan sekutu mereka di kawasan Timur Tengah, khususnya Qatar, Arab Saudi dan Turki adalah pihak yang membantu dan mensponsori para ekstrimis di Suriah. (mm/almanar/fna/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL