AlQuds, LiputanIslam.com –  Menteri Pendidikan Israel yang juga mengetuai partai “Rumah Yahudi” (Jewish Home), Naftali Bennett, mengecam Iran sembari menegaskan bahwa penembakan rudal dari Lebanon ke wilayah Israel sama dengan pernyataan perang pemerintah Lebanon terhadap Israel.

Dia mengusulkan supaya Israel segera mengubah strateginya dan mengambil tindakan terhadap Iran saat ada serangan dari Hizbullah dan Suriah.

“Iran telah menggunakan proksi untuk memerangi Israel selama lebih dari 30 tahun. Kita telah memberikan banyak korban, sedangkan Iran tidak membayar apa-apa. Kita hanya memerangi para proksi Iran. Kita memerlukan strategi yang lebih luas,” katanya pada konferensi tahunan Institut Kajian Keamanan Nasional Israel (Institute for National Security Studies/INSS) di Universitas Tel Aviv, Rabu (31/1/2018).

Dia mengatakan bahwa selama tiga dekade itu Israel membuat kesalahan dengan menarget “nyamuk”, bukan “rawa”-nya, atau  menyasar “tentakel” , bukan “gurita”.

“Pesan kami kepada Iran: Era kekebalan Anda saat Anda mengirim orang lain dan menggunakan sumber daya nasional Anda untuk menyakiti Israel sudah berakhir… Satu rudal dari Lebanon akan diperlakukan seperti rudal Iran. Kita tidak akan menyia-nyiakan sumber daya dan energi kita bertempur di kota-kota Lebanon, sementara Anda berbaring di kursi dan menonton,” tegasnya.

Anggota Kabinet Keamanan Israel ini menambahkan, “Kami juga tidak akan duduk diam dan menyaksikan akumulasi rudal akurat di Lebanon. Antara tahun 2006 dan 2012, Hizbullah melakukan lompatan besar dalam jumlah roketnya, dan sekarang memiliki lebih dari 130.000. Kami tidak akan mengizinkannya melakukan lompatan kualitatif. Strategi ini berarti bahwa Iran, Pasukan Quds, dan negara tuan rumah akan membayar harganya.”

Bennett mengaku tidak harus mengacu pada konflik bersenjata dengan Iran dan Pasukan Quds-nya, melainkan bisa pula mengacu pada “perang melalui diplomasi, intelijen, usaha pencegahan, sarana teknologi, sanksi ekonomi, dan – jika diperlukan – cara lain.”

Dia mengusulkan strategi yang berbeda terhadap Lebanon dan milisi Iran di Suriah. Dia menjelaskan bahwa tak seperti sebelumnya, jika sekarang Hizbullah menyerang Israel dari Lebanon maka harus dianggap sebagai  deklarasi perang Lebanon terhadap Israel dan bahwa “(Presiden Suriah Bashar ) Assad akan bertanggung jawab atas tindakan yang terjadi di dalam dan di wilayahnya.”

Bennett menekankan bahwa Israel harus memanfaatkan peluang regional yang tersedia selama beberapa tahun terakhir. Dia mengatakan bahwa AS dan “negara-negara Arab pragmatis” sudah memahami bahwa pusat teror dunia adalah Iran, dan atas dasar ini, Israel dapat menciptakan koalisi regional manakala Israel melakukan perubahan drastis terhadap kebijakan, pembangunan dan pelatihan angkatan bersenjata, dan aliansi regionalnya. (mm/jerussalempost/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL