Riyadh, LiputanIslam.com –  Aktivis medsos terkenal Arab Saudi pengguna akun Twitter “mujtahidd” mengaku mendapatkan keterangan dari sumber-sumber papan atas di negara-negara Arab Teluk Persia bahwa tersangka otak kudeta gagal Turki Fethullah Gulen telah mendapat dana sebesar US$ 200 juta dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).

Di halaman Twitternya Mujtahid yang memiliki jutaan follower ini berkicau bahwa Putera Mahkota Abu Dhabi Mohammed Bin Zayed al-Nahyan terlibat secara pribadi dalam aksi dukungan kepada upaya kudeta militer yang gagal di Turki.

Menurut Mujtahidd, selain ada dukungan dana fantastis dari UEA kepada Gulen, Abu Dhabi juga bertanggungjawab membentuk kamar operasi media untuk mendukung kudeta Turki, dan pengaruh kamar operasi ini terlihat dalam corak peliputan yang dilakukan oleh channel Sky News Arab yang dipancarkan dari Abu Dhabi dan channel Alarabiya yang disiarkan dari Dubai.

Aktivis medsos yang diduga sebagai salah satu pangeran Arab Saudi yang beroposisi terhadap rezim Salman Bin Abdulaziz ini membenarkan laporan yang dilansir situs Asrar Arabiya, Rabu (20/7/2016), bahwa  Mohammed Bin Zayed meminta Qatar memediasi UEA dengan Turki agar peranan UEA di balik upaya kudeta Turki tidak terpublikasi.

Belum lama ini, seperti dilaporkan AFP,  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan tidak tertutup kemungkinan negara lain terlibat dalam upaya kudeta yang menewaskan ratusan orang tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL