moh bin salman dan pangeran abu dhabi moh bin zayed alnahyanRiyadh, LiputanIslam.com –  Aktivis medsos tersohor Arab Saudi pengguna akun Twitter @mujtahidd kembali membongkar kebusukan Wakil Putera Mahkota Arab merangkap Menteri Pertahanan Arab Saudi Mohammad bin Salman.

Dia menyebutkan bahwa kebijakan politik Saudi berada dibawah pengaruh Mohammad bin Salman dan Putera Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan, dan dengan kebijakan itu rezim Saudi menjadi anti agama dan kearaban demi memuaskan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

“Mohammed bin Zayed bekerjasama anti agama dan kearaban dengan Mohammad bin Salman demi memuaskan AS dan Israel serta menghancurkan interes bangsa-bangsa regional. Tujuannya adalah pengaruh pribadi dua orang itu…  Pertama saya tegaskan bahwa semua pengaruh di Saudi ada di tangan Bin Salman, termasuk dalam pengambilan keputusan ekonomi, sosial, ‘keagamaan’, militer, politik luar negeri, dan bahkan keputusan keamanan politik ada di tangan Salman sehingga dipastikan bahwa instruksi penangkapan yang terjadi bekalangan inipun (terhadap al-Hudhaif, al-Duwaish, dan al-Tarifi)’  dikeluarkan oleh Bin Salman, sedangkan Bin Nayef hanyalah pelaksana belaka,” kicau Mujtahidd.

Aktivis yang memiliki jutaan follower Arab dan diduga sebagai salah satu pangeran Arab Saudi itu menyebutkan bahwa besarnya pengaruh Bin Salman bukan karena kepintaran dan kepiawannya memimpin.

“Orang-orang yang dekat dengan Bin Salman mengatakan dia tidak memiliki kelebihan dalam hal kecerdesaan dan kemampuan berpikir, sebagaimana pengaruh ini juga bukan hasil kesungguhan, jerih payah, manajemen perencanaan dan tindakan yang menakjubkan. Bin Salman sudah dikenal sebagai orang yang suka berfoya dengan kenikmatan dan urusan pribadi, dan tidak tercambuk oleh peperangan yang dapat menempa jiwanya.”

Mujtahidd menyebutkan beberapa contoh keberfoyaan Bin Salman, termasuk mondar-mandir antara Afrika Selatan dan Maladewa dalam beberapa bulan terakhir, dan keberadaannya di resor milik Mohammad bin Zayed di perairan Teluk Persia dan Laut Arab.  Dari resor itu dia bahkan meluncur menuju acara penutupan latihan perang bersandi Badai Utara sehingga dia sama sekali tidak menyaksikan latihan perang itu, dan dia bahkan tidak mengikuti jalannya latihan perang itu dari kantor Kementerian Pertahanan Saudi sendiri.

Menurut Mujtahid, hanya kemujuran sajalah yang dimiliki anak manja bernama Mohammad bin Salman itu, karena dia memanfaatkan kelinglungan ayahnya, Raja Salman bin Abdul Aziz, sebagai kunci untuk menjamah pucuk kekuasaan, dan dalam memanfaatkan faktor ini dia tak kenal batas dan aturan.

Mujtahid menambahkan bahwa bersamaan dengan ini Mohammed bin Zayed dari Abu Dhabi juga mengidap penyakit ego sehingga ingin berkuasa di kawasan, dan dalam rangka ini dia melihat Mohammad bin Salman sebagai peluang bagi dirinya sehingga mendorong Bin Salman supaya menjalankan rencana-rencana Bin Zayed sebelum Raja Salman dijemput ajal.

Bin Zayed mendesak Salman agar meminta kepada ayahnya supaya menyingkirkan Mohammad bin Nayef, Putera Mahkota Saudi, sebagaimana dia telah menyingkirkan Pangeran Muqrin bin Abdulaziz dari kekuasaan, agar jalan terbuka lebar bagi Bin Salman menuju tahta kerajaan.

Bin Zayed juga berusaha meyakin Bin Salman bahwa AS harus dilobi agar berhenti menyokong Bin Nayef, sedangkan kunci kepuasan AS dalam masalah ini selain memerangi terorisme ialah menjauhkan Saudi dari nilai-nilai Islam dan mengembangkan hubungan dengan Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL