Saudi forces carry the corpse of Sulaiman al-Maliki, the first Saudi soldier killed in cross-border clashes near border with Yemen.

Saudi forces carry the corpse of Sulaiman al-Maliki, the first Saudi soldier killed in cross-border clashes near border with Yemen.

LiputanIslam.com – Aktivis medsos popular Arab Saudi pengguna akun Twitter “Mujtahidd” dalam pesan terbarunya menyatakan bahwa para pembesar dan pangeran keluarga al-Saud yang berkuasa di negara ini memandang Muhammad putera Raja Salman sebagai orang yang bertanggungjawab atas perang negara ini terhadap Yaman.

Akun yang memiliki jutaan follower dan diduga sebagai salah satu pangeran Saudi ini juga menyebutkan bahwa perang Yaman hanya bisa diselesaikan dengan pengakuan Saudi atas kegagalan misinya di Yaman.

Selama Saudi melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret lalu Mujtahidd sudah berulangkali berkicau tentang ini, termasuk bahwa di kalangan keluarga al-Saudi banyak orang yang tak setuju terhadap serangan tersebut.

Belakangan ini dia juga menyoal apa yang sudah dihasilkan Saudi dalam serangannya ke Yaman yang sudah berjalan sekitar empat bulan. Menurutnya, milisi Ansarullah (Houthi) sampai sekarang tidak mundur dari satupun kawasan yang dikuasainya, dan bahkan pengaruh milisi ini semakin menguat, kekuatannya di berbagai kota Yaman kian membesar sertadapat meluncurkan rudal-rudalnya ke wilayah Saudi dan meraih beberapa kemenangan.

Dia juga menuliskan, “Di Yaman telah terjadi krisis HAM di mana sedikitnya 16 juta orang menderita krisis air dan bahan makanan, jutaan penduduk Yaman mengungsi, dan ribuan lainnya terjebak di daerah perbatasan Yaman dengan negara-negara lain.”

Dia menambahkan, “Para pembesar dan pangeran Saudi mempelajari persoalan ini. Mereka menyalahkan Wakil Putera Mahkota merangkap Menteri Pertahanan Saudi, Muhammad bin Salman, namun tak seorangpun di antara mereka berani bersuara.”

Mujtahidd menyebutkan bahwa momen untuk memahami situasi sudah tiada, dan perang tak akan dapat dihentikan kecuali dengan pengakuan atas kegagalan, “sebab jika Saudi tak dapat menyudahi perang melalui serangan darat yang dilakukan bersama musuh-musuh Ansarullah maka tak ada jalan apapun kecuali mengakui kegagalan.”

Sementara itu, Reuters dalam berita segeranya, Rabu (15/7), menyebutkan bahwa milisi pendukung presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi berhasil merebut pelabuhan Mirfa’ di Aden, selatan Yaman, dari tangan milisi Ansarullah.

Reuters juga menyebutkan bahwa meskpun gencatan senjata sudah diumumkan sejak beberapa hari lalu pesawat tempur Saudi tetap intensif menebar bom di Aden untuk menyokong pasukan pro-Hadi dan demi mengusir Ansarullah dari kota yang sempat menjadi tempat pelarian Hadi sebelum akhirnya kabur ke Riyadh, ibu kota Saudi, tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL