mufti sunni iraq Syekh Mahdi al-SumaidaiBaghdad, LiputanIslam.com – Mufti Ahlussunnah Waljamaah Irak Syeikh Mahdi al-Sumaidai menuding Usamah al-Nujaifi yang kini menjabat Wakil Presiden Irak sebagai orang yang turut mengupayakan keberadaan organisasi teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak ketika dia menjabat sebagai ketua parlemen Irak.

“Saat menjabat ketua parlemen, al-Nujaifi yang kini menjadi Wakil Presiden Irak adalah orang yang telah menciptakan ‘ISIS parlementer’ agar Irak terdera oleh sebagian besar kawanan teroris ISIS,” katanya dalam acara dialog televisi pada acara Hadith al-Watan yang ditayang TV al-Sumaria, Irak, Kamis kemarin (8/1/2015).

Menurut al-Sumaidai, ISIS parlementer ini sangat berbahaya, destruktif dan telah menyebabkan ISIS bercokol di Irak.

“Saat itu al-Nujaifi mengunjungi banyak negara Arab, dan menebar kebohongan bahwa kaum Ahlussunnah terzalimi di Irak,” katanya.

Dia menambahkan, “Seandainya tidak memalukan niscaya kami sudah menepuk-nepuk kepala dan dada tanpa serban dan alas kaki di jalanan akibat noda dan kerusakan yang telah dipersembahkan oleh al-Nujaifi kepada kita semua.”

Sementara itu, kepala organisasi Badar yang juga anggota parlemen Irak Hadi al-Amiri kembali melontarkan pernyataan pedas terkait keberadaan pasukan asing di Irak.

“Barat berdalih berperang melawan eskalasi terorisme, tapi kenyataannya justru membantu kelompok-kelompok teroris, termasuk ISIS dan al-Qaeda,” katanya dalam wawancara dengan IRNA di sela-sela Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-28 yang berlangsung di Teheran, Iran, Kamis kemarin.

Dia menambahkan, “ISIS tidak hanya menyerang Syiah, melainkan juga Sunni, Yazidi dan kelompok-kelompok keagamaan lainnya.”
Menurutnya, Rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat adalah penyokong utama ISIS.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, para korban luka di pihak ISIS dirawat oleh Rezim Zionis,” katanya.

Dia menyatakan prihatin karena Irak dan Suriah bukannya sedang berjuang melawan Israel, tapi malah terlibat perang melawan teroris ISIS.

“Negara-negara Islam harus kompak membantu dua negara Muslim ini dalam memerangi dan menumpas teroris hingga ke akarnya, sebab jika tidak maka yang menjadi pemenang adalah Rezim Zionis,” imbaunya.

Hadi Amiri kemudian menyebutkan bahwa seandainya ulama besar Syiah Irak Grand Ayatullah Ali al-Sistani tidak menyerukan fatwa jihad melawan ISIS niscaya kelompok teroris itu sekarang sudah mengusik banyak negara lain.

Mengenai pasukan koalisi internasional anti ISIS pimpinan AS, dia memastikan pasukan asing ini tak ada gunanya di Irak.

“Mereka malah menambah beban di pundak rakyat Irak. Pemerintah Irak sendiri mampu menumpas ISIS dan mengusir mereka dari Irak sebagaimana terbukti berhasil membebaskan kawasan Jurf al-Sakhar, Jalawla, Sa’diyah dan Balad,” pungkasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*