saudi-iran-mapTeheran, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwa agama Islam yang dianut oleh orang-orang Iran dan mayoritas umat Islam di dunia tidak serupa dengan apa yang dipropagandakan mufti Salafi/Wahabi Saudi dan para gembong teroris.

Pernyataan ini dikemukakan beberapa jam setelah Mufti Besar Kerajaan Arab Saudi Syiekh Abdul Aziz al-Sheikh, menyebut orang-orang Iran “bukan Islam, melainkan keturunan orang-orang Majusi dan sudah lama memusuhi umat Islam, terutama terhadap Ahlussunnah Waljamaah.” (Baca: Blak-Blakan Muktamar Aswaja Sedunia Soal Wahabisme)

“Pada kenyataannya, tak ada keserupaan Islam yang dianut oleh orang-orang Iran dan mayoritas umat Islamnnya dengan ekstrimisme dan fanatisme yang diserukan oleh para ulama senior Wahabi dan para pemuka teroris Saudi,” tulis Zarif di halaman Twitternya, seperti dikutip Rai al-Youm, Selasa (6/9/2016).

Pernyataan Mufti Besar Saudi itu dikemukakan sebagai reaksi atas pernyataan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam pesannya menyambut tibanya musim haji, Senin (5/9/2016), yang menyebut pemerintah Saudi sebagai rezim despotik yang telah menghalangi niat umat Islam Iran untuk menunaikan ibadah haji pada tahun ini.   (Baca: Khamenei Rilis Pesan Haji Berisikan Kecaman Terhadap Saudi, Bagaimana Tanggapan Riyadh?)

Pernyataan Sayyid Khamenei ini kemudian ditanggapi oleh Putera Mahkota Saudi Pangeran Mohammad Bin Nayef, dan menyusul kemudian reaksi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Behram Ghasemi atas pernyataan Bin Nayef.

“Putera Mahkota Saudi harus mengingat kegagalan negara pemerintahannya menjaga keamanan jemaah haji,” tegas Ghassemi sembari menyebut Riyadh berlepas tangan dari tanggungjawabnnya atas tragedi Mina.

Ghasemi menyerukan pembentukan tim pencari fakta tragedi Mina dan penjatuhan sanksi hukuman terhadap orang-orang yang bersalah dalam insiden ini.

Seperti diketahui, tragedi berdesakan di Mina dalam ibadah haji tahun 2015 telah menggugurkan 2,297 jemaah yang 464 di antaranya adalah jemaah haji Iran.

Dalam perundingan yang berlangsung beberapa bulan lalu, Teheran dan Riyadh gagal mencapai kesefahaman mengenai partisipasi jemaah haji Iran dalam musim haji tahun ini. Kedua negara ini lantas saling tuding berusaha mempolitisasi ibadah haji. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL