Muscat, LiputanIslam.com –  Mufti Besar Kerajaan Oman Allamah Syeikh Ahmad al-Khalili membuat pernyataan yang membangkitkan kegusaraan di tengah kaum Wahabi Arab Saudi. Pasalnya, al-Khalili dalam sebuah karya tulisnya menyebut Muawiyah bin Abi Sufyan sebagai “thaliq” yang berarti budak yang telah dibebaskan.

Seorang da’i aliran Salafi/Wahabi Syeikh Mohammed al-Barrak melontarkan kecaman keras terhadap Syeikh al-Khalili dengan menyatakan bahwa al-Khalili dalam kitab karyanya yang berjudul “al-Istibdad” (Tirani) telah “menistakan seorang sahabat besar” Nabi saw yang bernama Muawiyah bin Abi Sufyan.

Di halaman Twitternya al-Barrak menuliskan, “Mufti aliran Ibadhiyyah Ahmad al-Khalili telah berdalil dengan riwayat batil untuk menfitnah seorang sahabat besar. Apa yang mendorongnya berbuat demikian? Sedikitnya ilmu atau kokohnya bid’ah.”

Dalam kitab tersebut Syeikh al-Khalili menjelaskan bahwa Khalifah Kedua Umar bin Khattab tidak memperkenankan Muawiyah duduk di kursi kekhalifahan karena Muawiyah berstatus “budak yang dibebaskan, atau anak budak yang dibebaskan.”

Mufti Besar Oman ini juga menyebutkan bahwa Muawiyah sangat menggebu terhadap kursi kekhalifahan sehingga kemudian berhasil mencapainya dengan cara paksa dan tipu daya serta memerangi orang yang berhak mendudukinya. (mm/watan)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL