Tripoli, LiputanIslam.com – Mufti Libya Syeikh Al-Sadiq Abdulrahman Ali al-Ghuryani menyatakan bahwa orang yang sudah menunaikan ibadah haji atau umrah satu kali tidak boleh menunaikan ibadah itu lagi.

Dia beralasan bahwa penunaian ibadah itu mendatangkan hasil yang sangat besar bagi Kerajaan Arab Saudi, yang kemudian digunakan untuk membantai banyak orang di tengah umat Islam di pelbagai penjuru dunia.

Fatwa itu dinyatakan dalam acara “al-Islam wa al-Hayat” yang disiarkan oleh saluran TV Tanasuh, Rabu (24/4/2019).

Fatwa demikian tergolong langka dan kontroversial, namun dia mengaku bertanggungjawab atas fatwa ini di hadapan Allah SWT, dan menyerukan kepada umat Islam Libya serta seluruh umat Islam lain di dunia agar tidak menunaikan haji atau umrah lebih dari satu kali.

Pada tanya jawab dalam acara itu dan ketika ada penelfon dari Turki, dia memastikan bahwa ibadah haji atau umrah lebih dari satu kali lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

Dia mengingatkan bahwa dengan dana yang didapatnya dari jemaah haji dan umrah, penguasa Arab Saudi telah membunuhi banyak umat Islam di Libya, Yaman, Aljazair, Tunisia dan Sudan.

Syeikh al-Ghuryani  dalam fatwanya itu juga menyebutkan bahwa Kerajaan Arab Saudi adalah penguasa yang menebar kerusakan di pelbagai penjuru dunia. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*