mufti saudi syeikh abdul aziz al-sheikhRiyadh, LiputanIslam.com –  Mufti Besar Arab Saudi Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah al-Sheikh, Rabu (16/11/2016), mengutuk serangan Rusia di Aleppo, dan menyerukan penerapan wajib militer untuk para pemuda Saudi.

Hal ini dia kemukakan dalam pertemuan mingguannya yang disiarkan oleh Radio Nida al-Islam dari kota suci Mekkah al-Mukarramah dan diberitakan pula oleh kantor berita negara ini, SPA.

“Rusia menghantam Aleppo siang malam dengan senjata-senjata mematikan, menghancurkan bangunan, rumah sakit, sekolah dan tempat tinggal, membunuhi orang-orang tertindas tanpa ada yang mengutuk, mencegah dan membendungnya, tak ada pencegahan internasional,” ujarnya.

Dia kemudian mengapresiasi latihan perang bersandi “Keamanan Teluk (Persia) I” yang ditutup di Bahrain Rabu sore.  Menurutnya, latihan perang ini dilakukan demi melindungi keamanan Teluk “yang diincar oleh musuh dan didengki atas persatuan dan anugerah yang terkandung di dalamnya.”

“Latihan militer ini urgen untuk melindungi umat dan pendapatannya pada masa di mana hal-hal buruk, fitnah, dan musibah merajalela,” ujarnya.

Latihan perang itu digelar pertama kali oleh negara-negara Arab Teluk Persia sejak 27 Oktober hingga 16 November dengan tujuan mengasah kemampuan melawan “rencana-rencana teror”.

Sebelumnya, Al-Sheikh juga menyerukan wajib militer para pemuda negaranya.

“Langkah ini (wajib militer) penting bagi para pemuda kita dalam agama mereka dan untuk melindungi negeri mereka agar kita senantiasa siap melawan musuh,” katanya dalam sebuah khutbah Jumat.

Pada Agustus 2014 Menteri Garda Nasional Arab Saudi Pangeran Mutaib bin Abdullah bin Abdulaziz menepis kabar bahwa negara ini berniat menerapkan wajib militer. (mm/anadolu)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL