dokter lintas batas di yamanSanaa, LiputanIslam.com – Lembaga Dokter Lintas Batas (Médecins Sans Frontières/ MSF) menyatakan blokade yang diterapkan pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman tak kalah besar dampak negatifnya dibanding serangan udara mereka bagi warga sipil Yaman.

Presiden MSF Joanne Liu kepada AFP saat berada di Sanaa, ibu kota Yaman, mengatakan bahwa sebagaimana perang yang sedang berkobar di Yaman, blokade yang telah menghalangi penyaluran bantuan kemanusiaan kepada para korban perang itu telah membunuh warga sipil.

Sejak memerangi Yaman pada 26 Maret lalu sampai sekarang Saudi dan sekutunya telah menerapkan blokade darat, laut dan udara terhadap Yaman, sementara masyarakat internasional membiarkannya.

Blokade itu telah menyebabkan rakyat Yaman terdera krisis kebutuhan pokok, termasuk bahan makanan, obat-obatan dan bahan bakar.

Sementara itu, jet-jet tempur pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melanjutkan serangan udaranya ke Yaman, termasuk dengan membom Hotel Sarah Saba di kawasan Haradh, provinsi Hijjah, sebanyak empat kali, Kamis (30/7). Demikian dilaporkan al-Mayadeen tanpa menyebutkan akibat serangan tersebut.

Situs berita al-Motamar menyebutkan beberapa pesawat tempur Saudi melancarkan serangan ke berbagai kawasan di sebagian provinsi Yaman.

Seorang pejabat keamanan Yaman mengatakan Saudi melancarkan empat kali serangan ke kawasan permukiman di jalan protokol kota Haradh dan tiga kali serangan ke kawasan Muthallath Ahim di provinsi Hijjah.

Dia menambahkan bahwa beberapa kawasan kota Qaatabah, provinsi Dali, juga digempur. Selain itu, jet tempur Saudi juga melancarkan delapan kali serangan ke pangkalan udara al-Anad dan kawasan al-Husaini di kota al-Hutah, provinsi Lahij, enam kali serangan ke kawasan al-Ain di kota Ludar, provinsi Abyan, empat kali serangan ke kawasan Ju’an, provinsi Sa’dah, dua kali serangan ke kota Haidan, dan tiga kali serangan ke kawasan al-Hasamah.

Kemudian, pasukan Saudi juga melancarkan serangan artileri ke kawasan Bani Sayah di kota Razah dan membombardir sebuah bendungan kuno, kawasan Jabal Hilan, dan pangkalan Kufal di provinsi Maarib.

Di pihak lain, sebagaimana dilaporkan al-Manar, tentara dan pasukan rakyat Yaman membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal dan peluru artileri ke kawasan Dahran dan Jizan, Arab Saudi.

Sumber-sumber Yaman mengatakan bahwa militer dan komite-komite rakyat Yaman juga menggempur pangkalan militer Alab di Dahran, Arab Saudi, dengan serangan artileri.

Disebutkan pula bahwa pasukan Yaman telah melepaskan 12 rudal Katyusha ke kawasan al-Khubah dan 11 roket kaliber 107 mm ke kawasan Ghurag Sheikh di Jizan, Arab Saudi.

Seperti diketahui, pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret lalu dengan dalih demi memulihkan pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi yang tersingkir akibat revolusi rakyat yang digerakkan oleh milisi Ansarullah.

Sejauh ini sudah beberapa kali diumumkan gencatan senjata, namun jet-jet tempur Saudi dan sekutunya tetap menebar bom di berbagai kawasan Yaman.

Korban tewas dilaporkan mencapai lebih dari 4000 orang, sementara ribuan lainnya luka-luka, dan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi.

Koran Nezavisimaya Gazeta terbitan Rusia menyebutkan bahwa Saudi sudah menyadari bahwa serangan udara saja tak cukup untuk menumpas Ansarullah dan sekutunya. Karena itu Saudi mengerahkan pasukan bayaran dari berbagai suku di Yaman yang sejauh ini sudah terlibat dalam serangan di Aden, dan rencananya akan membentuk satuan-satuan pasukan yang berjumlah 10.000 personil untuk dilibatkan dalam perang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL