kristen mosul irakMosul, LiputanIslam.com – Kota Mosul di provinsi Nineveh, Irak utara, dilaporkan telah kosong sepenuhnya dari keberadaan warga Kristen pada Ahad (20/7) setelah militan Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengusir seluruh penduduk Kristen dari kota tersebut.

“Kota ini tampaknya sudah kosong dari warga Kristen setelah tenggat waktu yang ditetapkan oleh ISIS habis. Dalam tenggat waktu itu ISIS meminta seluruh warga Kristen meninggalkan Mosul atau menyatakan masuk Islam atau membayar jizyah,” lapor reporter kantor berita Anadolu setelah memasuki Mosul, sebagaimana dikutip Rai al-Youm.

Dia menambahkan bahwa setelah berkeliling di dalam kota itu dia melihat semua gereja sudah dipagari  pembatas-pembatas yang terbuat dari beton. Rumah-rumah yang ada di sekitar gereja juga sudah terlihat kosong ditinggalkan para penghuninya demi keselamatan jiwa mereka. Sedangkan kehidupan di kalangan warga Muslim terlihat berjalan normal, pasar-pasar tetap terbuka, dan pusat-pusat perdagangan juga masih ramai lalu lalang pejalan kaki.

Namun demikian, lanjut reporter Anadolu, kendaraan-kendaraan milik tentara dan polisi Irak yang terbakar masih terbiarkan teronggok di beberapa jalan kota dan belum dibersihkan oleh militan bersenjata, sementara bendera-bendera ISIS dipasang di berbagai tempat, khususnya di pasar-pasar.

Menurut Rai al-Youm, sumber-sumber media Irak menyebutkan bahwa jumlah penduduk Kristen di Mosul belakangan sudah tinggal sekitar ratusan orang saja, sedangkan ribuan lainnya sudah lama meninggalkan kota ini, terutama setelah ISIS dan kelompok-kelompok militan bersenjata lain yang bermitra dengannya berhasil menguasai kota ini sejak Juni lalu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL