rusia iran dan turkiMoskow, LiputanIslam.com – Juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova menyatakan dewasa ini sedang berlangsung perundingan segi tiga Rusia, Iran dan Turki mengenai Suriah, dan dia menilai perundingan ini positif, meskipun tidak berarti telah terbentuk sebuah kerangka baru.

“Perundingan Rusia, Iran dan Turki mengenai Suriah tidak berarti terbentuknya kerangka baru untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam sebuah krisis lama,” katanya dalam jumpa pers di Moskow, Rusia, Kamis (18/8/2016), seperti dikutip IRNA.

Dia menambahkan, “Perundingan ketiga negara ini relevan, efektif, konstruktif dan bermanfaat, dan karena itu tidak lantas menjadi kerangka lain untuk penyelesaian krisis regional, melainkan suatu arena untuk pertukaran pendapat ketiga negara.”

Dia mengakui masih adalah perselisihan pendapat Rusia dengan Turki terkait dengan krisis Suriah.

“Perbedaan pendapat yang ada tak dapat diselesaikan dalam satu hari, karena memang ada perbedaan pendapat yang signifikan, isu-isu substansial. Tapi kerja untuk ini sedang berlangsung, dan kami menilainya konstruktif,” tuturnya.

Zakharova mengecam keras serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, terutama terhadap rumah sakit Dokter Lintas Batas (Doctors Without Borders/MSF).

MSF menyatakan serangan yang terjadi Senin lalu (15/8/2016) ini menewaskan satu pekerja bantuan kemanusiaan MSF dan 13 pasien serta melukai lebih dari 20 orang lainnya, dan ini merupakan keempat kalinya koalisi itu menyerang fasilitas medis MSF sejak awal tahun ini.

“Kami menegaskan lagi bahwa penggunaan kekuatan militer terhadap warga sipil dan obyek sipil benar-benar tidak dapat diterima. Kami mendesak supaya dilakukan penyelidikan menyeluruh terhadap pelanggaran hukum kemanusiaan internasional seperti ini, untuk mengambil langkah-langkah komprehensif guna mencegah mereka di masa depan,” kata Zakharova, seperti dilansir Sputniknews.

Sementara itu, Menlu Turki Mevlut Chavusoglu dalam wawancara dengan Sputniknews mengatakan bahwa krisis Suriah tak dapat diselesaikan tanpa keterlibatan Rusia dan Iran.

“Sayang sekali, situasi di Suriah terus membruuk. Masalah ini tak dapat diselesaikan dalam jangka pendek melalui jalur militer, perjuangan bersenjata, dan sendirian. Karena itu kita harus menyatukan upaya untuk menyusun keputusan politik dan dalam rangka meninggalkan perang serta menggalang rekonsiliasi nasional di negara ini,” katanya.

Dia menambahkan, “Kami sudah berulangkali mengatakan, bahkan di masa keruhnya hubungan kami dengan Rusia, bahwa solusi yang solid dan meyakinkan untuk Suriah tidak bisa dicapai tanpa Rusia. Demikian pula halnya berkenaan dengan Iran, dan kami sekarang dalam rangka memperkuat interaksi dan kerjasama dengan ini. ” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL