iran dan rusiaMoskow, LiputanIslam.com  –  Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Oleg Syromolotov menyatakan hanya negaranya dan Iranlah yang sedang melancarkan operasi militer secara legal melawan gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah, sedangkan koalisi-koalisi lain yang berlabel anti-ISIS menjalankan aksinya secara ilegal.

“Koalisi Barat anti ISIS pimpinan Amerika Serikat selain tidak mendapat izin dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam masalah ini, juga tidak mendapat permintaan dari pemerintah Damaskus. Sedangkan Rusia mendapat permintaan langsung dari presiden Suriah yang sah, Bashar al-Assad, dalam memulai dan melanjutkan operasi udaranya di Suriah,” ungkapnya dalam wawancara dengan RIA Novosti, seperti dilansir Sputnik, Selasa (9/2).

Disebutkan pula bahwa serangan udara Rusia terhadap teroris di Suriah dimulai sejak 30 September 2015 atas permintaan Bashar al-Assad.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menepis klaim Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahwa pasukan udara Rusia membunuhi warga sipil serta membom rumah-rumah ibadah dan sekolah di Suriah.

“Sampai sekarang tak ada satupun orang yang dapat menunjukkan bukti untuk klaim-klaim mengenai jatuhnya korban sipil dalam serangan angkatan udara Rusia di Suriah. Tak ada bukti dan dokumen terpercaya dalam masalah ini,” tuturnya, seperti dilansir FNA, Selasa (9/2).

Dia juga mengatakan bahwa dalam situasi sekarang tak ada gunanya berbicara mengenai perbaikan hubungan Rusia dengan Turki. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL