morsi di penjara mesirKairo, LiputanIslam.com – Presiden Mesir terguling Mohamed Morsi divonis hukuman penjara 20 tahun oleh pengadilan Mesir, Selasa (21/4).

Presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis namun dikudeta oleh militer pada 2013 itu dinyatakan bersalah dalam dakwaan bahwa dia telah memerintahkan penangkapan dan penganiayaan terhadap demonstran yang menentang dirinya pada 2012 saat dia masih menjabat sebagai presiden.

Jaksa di pengadilan juga mendakwa Morsi dan 14 orang lainnya telah menghasut demonstran untuk membunuh satu wartawan dan dua aktivis penentang pemerintah dalam demonstrasi di luar Istana Kepresidenan pada Desember 2012.

Sementara itu, ulama kondang asal Mesir yang tinggal di Doha, ibu kota Qatar, menunjukkan kemarahan atas putusan tersebut dengan menegaskan bahwa Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi adalah orang yang bertanggungjawab atas terbunuhnya “ribuan orang di Rabiah (al-Adawiyyah) namun tidak diadili.”

“Dr. Morsi, presiden Mesir yang sah, dihukum penjara 20 tahun dalam kasus insiden al-Ittihadiyah yang menewaskan delapan anggota Ikhwanul Muslimin ketika polisi dan tentara mengabaikan tugasnya menjamin keamanan Istana Kepresidenan sehingga kami melihat sebagian demonstran menyerbu pintu istana dengan buldozer!! Dia dihukum untuk kasus kematian dua orang, namun el-Sisi yang membunuh ribuan orang di (Masjid) Rabiah, al-Nahdhah (Square) dan bundaran-bundaran lain yang menjadi tempat revolusi tidak dihukum!! Dia malah membunuh dan terus membunuh!!” tulis Qaradawi di halaman Facebooknya, sebagaimana dilansir situs CNN.

Dia menambahkan, “Morsi yang sejak awal menjabat presiden menolak tinggal di istana dan memilih bertahan tinggal di apartemen kontrakan telah dijatuhi hukuman…., sementara Hosni Mubarak (mantan presiden Mesir) dan dua puteranya, serta perdana menteri, menteri dalam negeri, para ajudan dan pilar-pilar pemerintahannya divonis bebas!! Padahal Mubarak adalah orang yang membunuh, memenjarakan, menyiksa, mencuri, menjarah dan bertindak korupsi… Orang yang dihukum justru presiden Mesir yang berjuang pertama kali dengan benar agar Mesir dapat memenuhi bahan pangan, obat-obatan dan persenjataannya, sementara orang yang telah menjual Mesir kepada musuh dan membuat negara ini terbelakang secara politik, ekonomi dan kebudayaan dibiarkan hidup bebas sambil menikmati hasil jarahan dan curiannya.”

Mohamed Morsi terpilih sebagai presiden Mesir satu tahun setelah revolusi Mesir pecah pada tahun 2011, namun pada tahun 2013 dia dikudeta oleh militer Mesir pimpinan Abdel Fattah el-Sisi menyusul maraknya unjuk rasa anti-Morsi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL