Damaskus, LiputanIslam.com –  Menlu Suriah Walid Moallem menyatakan tak ada kesepakatan mengenai wilayah selatan Suriah sebelum pasukan Amerika Serikat (AS) keluar dari Suriah.

Dalam jumpa pers di Damaskus, ibu kota Suriah, Sabtu (2/6/2018), Moellem pertama menepis opini yang berkembang selama ini bahwa di Suriah terdapat pasukan Iran. Dia mengatakan bahwa yang ada bukanlah pasukan, melainkan para konsultan dan pelatih Iran yang mendampingi Pasukan Arab Suriah, dan keberadaan mereka sah karena berdasar permintaan dari pemerintah Suriah sendiri, berbeda dengan keberadaan AS, Perancis, dan Turki yang masuk tanpa seizin pemerintah Suriah.

“Kami menganggap Turki agresor terhadap tanah kami, ia tidak berhak, demikian pula AS, untuk berunding mengenai kota Suriah manapun. Kami akan membebaskan seluruh jengkal tanah kami,” tegasnya.

Dia menambahkan bahwa Suriah adalah negara berdaulat yang bekerjasama dengan siapapun yang bersedia membantu memerangi terorisme, sedangkan keberadaan pasukan AS di Suriah jelas ilegal dan harus keluar dari kawasan Tanaf dan semua wilayah Suriah lain yang didudukinya.

Mengenai kabar adanya kesepakatan terkait kondisi kawasan selatan Suriah, Moallem mengatakan, “Janganlah percaya kepada pernyataan-pernyataan mengenai kesepakatan tentang Suriah selatan, selagi pasukan AS belum keluar dari kawasan Tanaf.”

Menlu Suriah juga menegaskan bahwa Rezim Zionis telah melanggar perjanjian yang diteken pada tahun 1974 karena telah menyokong kelompok-kelompok teroris dengan membuat sabuk pengaman untuk mereka. (mm/rayalyoum/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*