Paris, LiputanIslam.com –Menlu Perancis Jean-Yves Le Drian membuat pernyatan yang justru memperkuat dugaan bahwa Saad Hariri ditahan di Saudi, sementara Rusia akan melakukan suatu tindakan jika misteri mengenai Hariri berkelanjutan.

Seperti diketahui, Hariri tiba-tiba meletakkan jabatannya sebagai perdana menteri Lebanon tanpa sebab yang jelas kecuali menyudut Iran dan Hizbullah. Parahnya, dia menyatakan mundur ketika berada di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

“Hariri berkunjung ke Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) sebelum Macron, karena itu kami yakin dia bebas dalam gerik-geriknya,” katanya dalam wawancara dengan Radio Europe 1, Jumat (10/11/2017).

Dengan menggunakan frasa“kami yakin”, Le Drian justru  terlihat tidak memastikan kebebasan Hariri sehingga malah memperkuat dugaan bahwa Hariri ditahan. Dia tidak mengatakan, misalnya; “Hariri benar-benar bebas dalam gerak-geriknya.”

Frasa “kami yakin” dalam kamus diplomasi merupakan ungkapan untuk menunjukkan keraguan dan ketidak pastian, dan Le Drian juga tidak menekankan bahwa Dubes Perancis untuk Saudi di Riyadh telah menemui Hariri.

Macron dalam kunjungan mendadaknya ke Riyadh belum lama ini juga tidak mengadakan pertemuan dengan Hariri karena “kesal” terhadapnya, sementara para diplomat Barat juga tidak berhasil meskipun sudah berusaha menemui Hariri.

Radio France Internationale melaporkan, “Tidak diketahui apakah Macron berusaha menemui Hariri di Riyadh, tapi yang jelas para diplomat Barat sudah berusaha.”

Hariri selama ini dikenal memiliki hubungan yang erat dengan para pejabat tinggi Perancis dan badan-badan keamanannya. Dia selalu memberitahukan kepada mereka perkembangan yang dialami dirinya. Karena itu, tak aneh apabila Paris berkomentar mengenai dugaan Hariri ditahan di Saudi.

Sumber  Kemlu Perancis mengatakan pihaknya meyakini keterikatan atau keterbatasan kebebasan Hariri, namun tidak dapat memastikan apakah dia ditahan.

“Tapi kami ingin bersikap ekstra hati-hati dalam masalah ini, karena ini berduri. Jika kabar penahanan ini terkonfirmasi maka negara-negara Barat maupun non-Barat akan menuntut tindakan untuk membela Deklarasi Wina agar (kasus demikian) tidak terulang di masa mendatang,” ungkap sumber ini.

Dia melanjutkan, “Seandainya Hariri memang sepenuhnya bebas maka dia pasti datang ke Paris untuk membahas pengunduran dirinya kemudian kembali ke Riyadh untuk menyudahi kekacauan ini.”

Sementara itu, Dubes Rusia untuk Lebanon Alexander Zasypkin mengatakan bahwa jika misteri mengenai Hariri ini berkelanjutan maka bisa jadi Moskow akan mengangkat masalah ini ke Dewan Keamanan. Ancaman demikian tidak mungkin keluar dari seorang diplomat Rusia jika tidak mendapat lampu hijau dari Moskow yang juga terusik oleh dugaan tersebut.

Ada dua dugaan terkait kemungkinan penahanan Hariri di Riyadh. Pertama, dia ditahan dan didesak agar meletakkan jabatan agar terjadi krisis Lebanon, dan selanjutnya krisis ini bisa menjadi alasan untuk terjadinya perang di Lebanon. Kedua, dia ditahan terkait dengan relasi keuangannya dengan para pangeran yang ditahan di Saudi.

Misteri Hariri berkelanjutan manakala Putera Mahkota Saudi Mohammad Bin Salman belum berhasil mendapat kepastian bahwa Hariri akan bungkam jika meninggalkan Riyadh. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL