Juru bicara militer Yaman Brigjen Sharaf Luqman

Sanaa, LiputanIslam.com –  Juru bicara militer Yaman Brigjen Sharaf Luqman menyatakan bahwa pelatihan rakyat Yaman telah dimulai  agar mereka bisa ikut berjuang mengangkat senjata melawan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

“Pelatihan militer rakyat di barak-barak sudah dimulai agar mereka dapat bergabung di front pertempuran. Pasca tragedi Sanaa, kami harus memberikan balasan telak dan pelajaran besar kepada agresor Saudi,” ungkapnya dalam wawancara dengan channel al-Manar yang bermarkas di Lebanon, Senin (10/10/2016).

Dia menambahkan, “Kami telah mengembangkan rudal dalam jumlah besar, dan dengannya kami akan menghantam berbagai sasaran di wilayah Arab Saudi. Inisiatif ada di tangan kami, dan kami juga memiliki rudal-rudal untuk menghadapi jet-jet tempur pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.”

Dia menyebutkan bahwa pasukan Yaman berhasil menerobos masuk ke wilayah Saudi sejauh 20 km.

“Kami, pasukan militer Yaman, akan merebut kembali provinsi-provinsi yang diduduki (Saudi),” katanya.

Dia menambahkan, “Saudi sudah mengeluarkan banyak uang kepada banyak negara dan lembaga internasional. Tapi sekarang Saudi sudah menjadi rezim yang lemah tanpa pijakan. Sudah menjadi sunnah Allah bahwa jika penguasa zalim sudah sangat berlebihan dalam kezalimannya maka mereka pasti mendekati titik ajalnya. Hal ini sudah berulangkali dikatakan oleh Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah dan kamipun membenarkannya.”

Menurutnya, dinasti al-Saud sekarang sudah lemah dan jauh berbeda dengan sebelum mengagresi Yaman, dan karena itu sekarang mereka mati-matian berusaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, sementara tekad perjuangan bangsa Yaman kian solid dari hari ke hari.

Seperti diketahui, serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap para pelayat di Sanaa, ibu kota Yaman, telah menyebabkan lebih dari 140 orang meninggal dunia, dan sekitar 525 lainnya luka-luka. (Baca: Korban Meninggal Serangan Saudi cs di Sanaa Jadi 140 Orang, PBB dan AS Angkat Bicara)

Serangan ini tercatat sebagai peristiwa tunggal yang paling mematikan selama Saudi dan sekutunya menyerang Yaman sejak Maret 2015. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL