Ankara, LiputanIslam.com – Pihak militer Turki mengklaim sebanyak ratusan milisi Kurdi tewas diterjang operasi militer “Tangkai Zaitun” yang dilancarkan Turki terhadap milisi Kurdi Unit Perlindungan Rakyat (YPG) di kota Afrin, provinsi Aleppo, Suriah utara sejak Sabtu lalu (20/1/2018).

“260 anggota YPG dan militan ISIS tewas dalam operasi militer di Afrin, Suriah,” ungkap militer Turki dalam statemennya, Selasa (23/1/2018), sembari memastikan bahwa operasi ini akan berlanjut sesuai rencana.

Turki menyatakan bahwa operasi militer tersebut dilancarkan dengan sasaran Partai Pekerja Kurdi Turki (PKK), Unit Perlindungan Rakyat (YPG), Pasukan Demokrasi  Suriah (SDF), dan kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Afrin.

Pemerintah Ankara menyatakan bahwa operasi ini dilakukan justru sesuai undang-undang internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai pemberantasan terorisme serta hak pertahanan diri yang termaktub dalam pasal 51 Piagam PBB.

Sementara itu, Kremlin menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengadakan pembicaraan telefon dengan sejawatnya di Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengenai operasi militer Turki di Afrin.

“Kedua pihak menekankan pentingnya kelanjutan upaya bersama untuk mengatasi krisis berdasarkan prinsip penjagaan keutuhan dan integritas wilayah Suriah dan penghormatan atas kedaulatannya,” ungkap Kremlin, Selasa.

Kremlin juga menyebutkan bahwa keduanya juga telah membicarakan persiapan terakhir konferensi nasional Suriah yang akan diselenggarakan di kota Sochi, Rusia, dan berharap konferensi ini akan membantu pencapaian solusi diplomatik jangka panjang di Suriah sesuai resolusi 2254 Dewan Keamanan PBB dan beberapa kesepakatan yang telah dicapai dalam perundingan di Astana, Kazakhstan. (mm/reuters/tass)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*