Moskow, LiputanIslam.com –   Militer Rusia menuding pasukan Amerika Serikat (AS) melakukan tindakan yang dapat dianggap sebagai kejahatan perang, yaitu mencegah sampainya bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi Suriah.

Pusat Rusia Untuk Rekonsiliasi Suriah menyatakan bahwa kondisi kemanusiaan sangat buruk di kawasan perbatasan Tanaf antara Yordania dan Suriah yang menjadi tempat konsentrasi pasukan koalisi internasional pimpinan AS.

Pusat Rusia ini menjelaskan, “Kondisi kemanusiaan yang paling mendesak terjadi di kawasan Tanaf karena AS membuat pangkalan militer di sana secara ilegal dan menerapkan larangan mendekatinya sejarak minimal 55 kilometer sehingga puluhan ribu orang tidak dapat memperoleh bantuan kemanusiaan.”

Pusat Rusia kemudian menegaskan, “Perbuatan militer AS dan apa yang disebut ‘koalisi internasional’ merupakan pelanggaran keras terhadap HAM dan dapat disebut sebagai kejahatan perang.”

Di pihak lain, juru bicara Kemhan AS Pentagon, Eric Bahon, menyatakan bahwa jarak 55 kilometer yang disebutkan oleh militer Rusia itu merupakan kawasan de-eskalasi yang disepakati AS dengan Rusia untuk mengantisipasi kontak senjata antara pasukan AS dan pasukan Rusia.

Pada awal Oktober lalu militer Rusia menuding AS memberikan bantuan kepada kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dari kawasan Tanaf.

Kawasan Tanaf digunakan oleh pasukan khusus AS dan Inggris sebagai pangkalan militer untuk pelatihan milisi oposisi Suriah dengan dalih untuk memerangi kelompok teroris Salafi/Wahabi ISIS. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL