Kairo, LiputanIslam.com –   Militer Mesir menyatakan tujuh anggotanya terbunuh dalam operasi keamanan besar-besaran yang digelar bulan ini terhadap militan bersenjata di Semenanjung Sinai utara dan daerah lainnya.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Mesir, Tamer al-Rifai, Kamis (22/2/2018), menyebutkan bahwa enam tentara lainnya terluka dalam operasi yang dimulai pada 9 Februari tersebut.

Dia menambahkan bahwa di pihak militan yang menjadi target operasi tak kurang dari 71 orang terbunuh dan lima lainnya ditangkap. Pasukan Mesir juga telah mencokok 1.852 orang, termasuk “pelaku kriminal” dan mereka yang dicurigai mendukung militan, namun banyak di antaranya telah dibebaskan.

Al-Rifai merinci sebanyak 158 sasaran telah dihancurkan oleh Angkatan Udara, dan 413 sasaran lain oleh pasukan artileri. Selain itu 1282 sarang, tempat persembunyian, dan gudang teroris hancur, dan 393 bom serta sejumlah besar bahan peledak C4 dan TNT, dan dua pusat media militan takfiri telah dimusnahkan.

Korban tewas di pihak militer tidak dapat dikonfirmasi secara independen karena wartawan dilarang masuk ke daerah tersebut.

Operasi militer Mesir mencakup Sinai utara dan tengah serta sebagian kawasan Delta Nil Mesir dan Gurun Barat, di sepanjang perbatasan dengan Libya.

Dalam beberapa tahun terakhir Sinai telah menjadi pusat pemberontakan militan. (mm/ap/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*