TelAviv, LiputanIslam.com –  Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Jenderal Gadi Eizenkot,menegaskan bahwa Hizbullah Lebanon merupakan musuh nomor wahid bagi Israel setelah Iran dan Gerakan Perlawanan Palestina (Hamas). Dia juga menilai serangan rudal Iran terhadap ISIS tidak sesukses apa yang dipropagandakan oleh Iran.

Seperti dilansir koran Israel Yedioth Ahronoth, Eizenkot dalam Konferensi Herzliya mengatakan bahwa intelijen Israel memiliki data dan informasi bahwa pasukan Hizbullah tersebar di 200 desa dan kota di Lebanon selatan dan membangun kekuatan yang bertumpu pada puluhan ribu rudal dan senjata-senjata canggih yang berasal dari Iran, Suriah, dan Rusia.

Dia menambahkan bahwa Iran setiap tahun mendanai Hizbullah sebesar 800 juta USD untuk membangun dan memperbesar arsenal militernya, sementara Rusia bersikap masa bodoh terhadap pengiriman senjata buatannya ke Hizbullah melalui Suriah.

Menurutnya, sepertiga kekuatan Hizbullah ada di Suriah dan mereka telah mengasah pengalaman perang yang tak dapat diabaikan oleh Israel.

Mengenai Iran dia menyebut negara republik Islam ini sebagai ancaman bukan hanya bagi Israel, melainkan juga bagi seluruh kawasan Timteng, sementara kekalahan ISIS dan pengabaian terhadap pengaruh Iran merupakan kesalahan.

Dia juga menuding Iran masih berambisi meraih senjata nuklir ketika dunia berusaha agar Iran tidak menjadi Korea jilid 2, dan dalam konteks ini Israel memiliki kepentingan kolektif dengan “negara-negara Sunni moderat”, AS dan bahkan dengan Cina dan Rusia. Dia lantas mengapresiasi membaiknya hubungan tertutup maupun terbuka antara Israel dan negara-negara Arab.

“Kami melihat kontinyuitas sepak terjang Iran di Suriah dan Jalur Gaza, upayanya mempengaruhi Jihad Islam dan Hamas, meskipun keduanya beraliran Sunni, dan upayanya menebar pengaruh di Yaman,” ungkapnya.

Mengenai serangan rudal Iran terhadap ISIS di Deir Ezzor, Suriah timur, Ahad lalu, dia tidak percaya serangan itu berhasil seperti yang dikatakan Iran.

“Beberapa hari lalu sejumlah rudal telah diluncurkan dari Iran Barat menuju sasaran-sasaran di Suriah, di Deir Ezzor. Keberhasilan operasionalnya tak sebesar apa yang ramai dibicarakan di media massa…  Secara operasional, jauh dari pencapaian sasaran secara akurat dan tak sebesar keberhasilan yang mereka bangga-banggakan,” terangnya. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL