iran brigjen masoud jazayeriBaghdad, LiputanIslam.com – Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen Masoud Jazayeri, mengingatkan kepada kelompok-kelompok ekstrimis untuk tidak coba-coba mendekati wilayah perbatasan Iran karena, menurutnya, reaksi Iran akan sengit bukan hanya kepada teroris tersebut, tetapi juga terhadap negara-negara suporternya.

Dalam wawancara yang dilansir al-Alam Ahad (29/6/2014), Jazayeri menuding Amerika Serikat (AS) dan para sekutunya di Timteng, termasuk Arab Saudi, sebagai dalang krisis Irak. Karena itu, dia mengingatkan bahwa mereka juga akan kena getahnya jika kawanan teroris mencoba mendekati perbatasan Iran.

“Keberadaan teroris di Irak adalah hasil skenario kekuatan global dan para ekornya. Teroris menjalin hubungan langsung dengan pemerintah AS dan datang (ke Irak) sesuai plot Zionis,” ungkap Jazayeri.

“Kami melihat adanya pembagian tugas di Suriah, dan kini negara berlatar belakang budaya dan historis yang sangat kuat bernama Irak menjadi sasaran konspirasi yang sama,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, “Semua indikasi yang ada menunjukkan bahwa AS-lah yang menjadi gembong teroris di kawasan (Timur Tengah). Inilah yang kami saksikan di Lebanon serta kasus-kasus terkait Gaza. Demikian pula di Afghanistan, Suriah, dan belakangan ini dalam perang yang disponsori asing di Irak.”

Mengenai kesiapan Iran membantu Irak memerangi teroris, Jazayeri mengatakan bangsa Irak sendiri, berkat fatwa jihad para pemuka agama di sana, sanggup memerangi teroris. “Tekad bangsa Irak akan membuat para teroris lari terbirit-birit dari negara ini,” tandas Jazayeri.

“Namun demikian,” lanjutnya, “jika memang diperlukan maka Iran siap membantu Irak, mengingat Iran sendiri merupakan salah negara yang menjadi korban terorisme.”

Tentang kemungkinan teroris mendekati perbatasan Iran, dia menegaskan, “Tak syak lagi, reaksi Iran akan sangat telak bukan saja bagi teroris, melainkan juga para pendukungnya.”

Menurutnya, apa yang terjadi di Irak sebenarnya hanyalah karena kelalaian pihak Irak. Seandainya tidak lalai, tidak mungkin para teroris berbuat aksi sedemikian fenomenal. Jazairi memastikan bahwa apa yang dilakukan kawanan teroris tidak lebih dari perang propaganda, sedangkan dari segi militer mereka tidak ada apa-apanya.

“Apa yang dilakukan oleh kelompok-kelompok takfiri lebih merupakan gertak sambal, propaganda dan perang psikologis ketimbang sesuatu yang memiliki bobot militer,” paparnya.

Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran juga mengecam beberapa media Barat dan Arab seperti BBC, al-Jazeera dan al-Arabia karena sengaja tidak memakai diksi “teroris” untuk kelompok-kelompok takfiri bersenjata semisal Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang jelas-jelas bengis, sadis dan haus darah. Menurut Jazairi, dari semua ini bisa dilihat pihak mana saja yang mensponsori dan menyokong terorisme di Irak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL