masoud jazayeri2Teheran, LiputanIslam.com –  Sebagai peringatan terhadap Arab Saudi dan Turki terkait rencana keduanya untuk mengirim pasukan darat ke Suriah, militer Iran menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan situasi Suriah berkembang sesuai apa yang dikehendaki oleh “negara-negara jahat”.

Sebagaimana dilaporkan Fars News, Minggu (14/2), dalam acara “Min Tehran” (Dari Teheran) TV al-Alam yang berbasis di Teheran, ibu kota Iran, ketika ditanya bagaimana reaksi Iran jika Saudi dan Turki jadi mengirim pasukan darat ke Suriah, Brigjen Masoud Jazayeri, Wakil Ketua Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, mengatakan, “Sebenarnya sudah bertahun-tahun negara-negara reaksioner regional mengirim pasukan ke Suriah sejauh kemampuannya, bahkan melebihi kapasitas Suriah, untuk menghancurkan infrastruktur dan melemahkan pemerintah (Suriah) dan membunuhi rakyat negara ini.”

Dia menambahkan, “Para teroris yang sekarang berperang di Suriah adalah orang-orang Saudi atau orang-orangnya Amerika Serikat dan tangan-tangan reaksioner di kawasan. Dari mana para teroris itu keluar-masuk Suriah kalau bukan dari Turki? Dari mana mereka mendapat dukungan kalau bukan dari negara-negara reaksioner Arab? Dari mana para teroris sebanyak itu masuk ke Suriah? Karena itu, isu yang mengemuka sekarang bahwa mereka (negara-negara pendukung teroris) bermaksud mengirim pasukan militer ke Suriah tepat ketika pasukan rakyat dan militer Suriah mengalami kemajuan dan kemenangan, menurut saya, hanyalah bualan politik dan perang urat saraf supaya pemerintah dan rakyat Suriah dan kubu muqawamah mengambil keputusan mundur di depan serangan propaganda tersebut.”
Menurut Jazayeri, Saudi sudah mengerahkan segenap kemampuannya di medan pertempuran Suriah, tapi selain di Suriah, Saudi juga gagal di Yaman.

“Kalau memang bisa maka sejak dulu mereka sudah resmi mengirim pasukannya ke Suriah. Saudi tak punya kemampuan demikian, dan tentu jika mereka menghendaki lebih dari ini dalam mencampuri urusan Suriah maka mereka akan lebih terpuruk lagi.”

Al-Alam kemudian kembali mendesak Jazayeri dengan pertanyaan bagaimana reaksi Iran jika Saudi jadi mengirim angkatan daratnya ke Suriah, dan diapun menjawab, “Tentu saja kami tidak akan membiarkan situasi Suriah berkembang sesuai kehendak negara-negara jahat untuk melincinkan ambisi politiknya, dan pada saatnya yang tepat kami pasti akan mengambil keputusan yang diperlukan.”

Lebih lanjut, menanggapi beberapa laporan media Barat mengenai adanya perbedaan sikap politik antara Iran dan Rusia terkait Suriah, dia mengatakan, “Ada koordinasi penuh antara dua negara besar Iran dan Rusia, baik dalam masalah politik maupun militer berkenaan dengan Suriah. Kami mendukung keberadaan pasukan Rusia di Suriah, dan ini menjadi titik kuat untuk kemenangan-kemenangan selanjutnya bagi pemerintah dan rakyat Suriah.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL