Teheran, LiputanIslam.com –   Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Masoud Jazayeri mengingatkan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk tidak main ancam terhadap Iran karena negara republik Islam dapat memberikan “pelajaran baru” kepada AS.

“Pemerintahan Trump tampaknya tidak mengerti kecuali kalimat ancaman, dan memerlukan benturan agar mengerti makna baru kekuatan di dunia… Sudah saatnya memberikan pelajaran baru ke AS,” tegas Jazayeri, Selasa (10/10/2017).

Senada dengan ini, jubir pemerintah Iran Mohammad Bagher Nobakht di hari yang sama mengatakan negara ini akan akan memasukan AS dalam “kamp teroris ISIS” jika AS memasukkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam daftar organisasi teroris.

“Pemerintahan manapun yang bersikap demikian terhadap IRGC akan kami masukkan dalam kategori teroris ISIS… IRGC adalah badan revolusi yang membela rakyat dan memerangi teroris,” katanya.

Donald Trump dilaporkan oleh media Barat berkemungkinan mengumumkan berbagai tindakan baru anti-Iran, terutama pencatuman IRGC dalam daftar organisasi teroris dunia.

Panglima IRGC Mohammad Ali Jafari Ahad  lalu menegaskan, “Jika Washington mencatumkan IRGC dalam daftar teroris maka kami akan menganggap tentara AS di dunia, terutama kawasan kami, sebagai ISIS.”  Dia juga mengingatkan AS agar memindah pangkalan militernya sejauh ribuan kilometer jika ingin aman dari jangkauan rudal Iran.

Pada 14 September lalu AS mengumumkan sanksi-sanksi baru terhadap 11 lembaga dan tokoh yang dinilai mendukung IRGC dan Pasukan Quds yang bernaung di bawah IRGC.

Kecam Saudi

Kemlu Iran menyatakan bahwa pemulihan hubungan diplomatik negaranya dengan Saudi memerlukan beberapa langkah yang harus ditempuh dulu oleh pihak Riyadh.

Menjawab pertanyaan mengenai pertukaran delegasi Iran-Riyadg, Jubir Kemlu Iran Behram Qasemi Senin lalu  mengatakan bahwa saling kunjung ini mengemuka dalam jadwal kerja tapi belum dijalankan.

Menurutnya, untuk perbaikan hubungan kedua negara Saudi harus menghentikan terlebih dahulu “perilaku irasionalnya terhadap Iran dan negara-negara regional” serta  menyudahi “agresinya terhadap bangsa tertindas Yaman.” (mm/rayalyoum/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL