Teheran, LiputanIslam.com – Komandan senior militer Iran menyatakan semua kapal Amerika Serikat (AS) yang melewati Selat Hormuz di Teluk Persia sejauh ini masih responsif dan bertanggung jawab kepada pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) selaku kekuatan yang bertanggung jawab atas keamanan di jalur air strategis ini meskipun belakangan terjadi gelombang terbaru tekanan dan permusuhan AS terhadap Iran .

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Baqeri, Ahad (28/4/2019), mengatakan kepada wartawan bahwa sejauh ini tidak ada perubahan yang dilaporkan terkait dengan perilaku kapal perang maupun kapal komersial dan tanker minyak AS, dan mereka sampai sekarang masih merespon pertanyaan IRGC seperti biasa saat berlayar melintasi Selat Hormuz.

Dia memastikan Iran berharap selat yang dilintasi oleh hampir sepertiga dari semua minyak yang diperdagangkan lewat laut itu tetap terbuka dan aman, dan memperingatkan bahwa negara republik Islam ini tidak akan membiarkan siapa pun mengacaukan perairan ini.

“Ketika minyak dan komoditas dari negara lain melewati Selat Hormuz, kami juga bergerak melewatinya,” kata Baqeri.

Dia menambahkan bahwa Iran “pasti akan menghadapi siapa pun yang mencoba untuk mengacaukan Selat Hormuz, dan jika minyak mentah kami tidak dapat melewati Selat Hormuz, maka (minyak mentah) yang lain juga tidak akan dapat melewatinya.”

Mayjen Mohammad Baqeri menjelaskan, “Ini tidak berarti (bahwa kami akan) menutup Selat Hormuz. Kami tidak bermaksud untuk menutupnya kecuali jika tindakan musuh tidak memberikan kami pilihan lain. Kami akan sepenuhnya mampu menutupnya pada hari itu. ”

Awal pekan ini, Gedung Putih kembali membidik sektor minyak Iran dengan mengakhiri enam bulan keringanan yang memungkinkan delapan negara pelanggan terbesar Teheran untuk terus mengimpor pada volume terbatas. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*