Teheran, LiputanIslam.com –  Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri menegaskan bahwa Hari al-Quds Sedunia kali ini diperingati di tengah suasana yang lebih krusial dan akan mematahkan “fitnah baru AS-Zionis”.

Hal ini dia tegaskan dalam sebuah statemennya, Kamis (7/6/2019), berkenaan dengan haul pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini yang ke-29 sekaligus peringatan ke-55 tahun intifada Palestina (5 Juni 1963) dan peringatan Hari Al-Quds Internasional yang diselenggarakan pada hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan.

Dia memastikan bahwa situasi sekarang sangat krusial karena konflik antara kekuatan antagonis Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran sedang memasuki babak baru.

Menurutnya, seluruh barisan pasukan Iran tetap loyal kepada nilai-nilai revolusi  dan siap menjalankan perintah Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei dalam mempertahankan kemerdekaan, integritas, kedaulatan, dan proses kemajuan pemerintahan Islam, melawan “jahiliyah modern”, dan mencapai “gerbang peradaban Islam modern”.

“Berkat anugerah Allah, mereka tidak akan ragu barang sesaat dalam proses yang diberkahi ini untuk mereaksi segala ancaman, agresi, dan ketamakan musuh dan orang-orang yang beritikad buruk,” lanjutnya.

Mengenai Hari Al-Quds Sedunia dia mengingatkan bahwa peringatan kali ini jauh lebih krusial karena berlangsung ketika AS baru melakukan tindakan-tindakan provokatif, terutama pemindahan Kedubesnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds (Yerussalem) dan pengakuannya bahwa kota ini adalah ibu kota Israel.

Selain itu, lanjutnya, kaum Zionis belakangan ini telah membantai para pengunjuk rasa damai Palestina di wilayah perbatasan Jalur Gaza Israel dengan korban antara lain kaum perempuan dan anak kecil.

“Partisipasi revolusioner dan masif seluruh komponen bangsa Iran bersama umat Muslim lainnya dalam pawai akbar tahun ini pada peringatan Hari al-Quds Sedunia untuk membela al-Quds dan intifada Palestina akan mengandaskan fitnah baru AS-Zionis serta mempercepat proses kemenangan bangsa tertindas dan pejuang Palestina dan kehancuran entitas Zionis perampas dan penjajah,” tegas Mayjen Mohammad Bagheri. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*