Baghdad, LiputanIslam.com –  Tentara AS Kol. John Dorian selaku juru bicara pasukan koalisi anti kelompok teroris ISIS menyatakan bahwa kota Raqqah, Suriah, yang dijadikan oleh ISIS sebagai markas besar atau ibu kotanya dalam waktu dekat ini akan “terisolasi”.  Di pihak lain, Turki mengaku mendukung prakarsa zona aman AS di Suriah, sementara Rusia menuding Turki memiliki tujuan-tujuan tertentu di Suriah.

“Kami berharap kota Raqqah akan segera terisolasi secara hampir total dalam beberapa pekan mendatang,” kata Dorian melaui konferensi video dari Baghdad, Irak, Rabu (8/2/2017).

Dia menjelaskan bahwa Raqqah tidak akan terkepung total, tapi “akan sulit sekali keluar-masuk di sana.”

Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) yang merupakan aliansi Kurdi-Arab sejak beberapa waktu melancarkan operasi militer anti ISIS untuk merebut Raqqah dari arah utara, tapi kemudian tak ada kesepakatan mengenai pasukan yang akan menyerbu kota yang mayoris penduduknya bersuku Arab ini.

Di pihak lain, Turki melalui Menlunya, Mevlut Chavusoglu, Rabu, menyatakan ingin berpartisipasi dalam serangan ke Raqqah, dan dalam rangka ini Turki siap mengirim pasukan khusus.

Hanya saja, Turki sangat menjaga jarak dari SDF karena aliansi ini melibatkan pasukan Kurdi Suriah yang dianggap Ankara sebagai kelompok teroris dan terhubung dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK) Turki yang bermusuhan dengan pemerintah Turki.

Mengenai  hasrat Turki ini, Dorian mengatakan “sejak beberapa bulan silam kami terbuka (untuk partisipasi Turki).”

Sementara itu, sumber diplomatik papan atas Rusia menyatakan masih banyak perselisihan sikap antara Moskow dan Ankara terkait dengan krisis Suriah. Dia menambahkan bahwa Turki memiliki tujuan-tujuan tertentu di balik misi perangnya terhadap ISIS. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL