Damaskus, LiputanIslam.com –   Militer Suriah menyatakan pihaknya akan  melancarkan serangan terhadap militan takfiri yang disponsori asing di provinsi barat laut Idlib, setelah militan yang berada di zona de-eskalasi dinilai tidak mengindahkan gencatan senjata dan terus menyerang kawasan sipil.

“Meskipun Pasukan Arab Suriah (SAA) mengumumkan gencatan senjata di zona de-eskalasi Idlib pada 1 Agustus, kelompok-kelompok teroris bersenjata, yang didukung oleh Turki, enggan mematuhi gencatan senjata dan malah melancarkan banyak serangan terhadap warga sipil di daerah sekitarnya,” ungkap Komando Umum Angkatan Angkatan Bersenjata Suriah dalam statemennya yang dirilis pada hari Senin (5/8/2019), seperti dikutip SANA.

Baca: Media Resmi Suriah Laporkan Serangan Israel ke Tel Hara’a, Suriah

Statemen itu juga menyindir Turki dengan menyebutkan, “Kegigihan rezim Turki dalam mengizinkan pion terorisnya di Idlib melakukan serangan membuktikan bahwa Ankara mempertahankan pendekatan destruktifnya dan mengabaikan komitmennya sesuai dengan perjanjian Sochi. Ini menguatkan nyali para teroris untuk memperkuat posisi mereka, dan menyebabkan penyebaran ancaman terorisme di seluruh wilayah Suriah.”

Statemen itu juga menegaskan, “Meskipun tentara Suriah sepakat untuk gencatan senjata bersyarat di Idlib dan upayapun dilakukan dalam hal ini, Ankara telah gagal memenuhi kewajibannya. Karena itu, SAA akan melanjutkan operasi tempurnya melawan kelompok-kelompok teroris, terlepas dari tata nama mereka dan itu akan membalas sesuai dengan tugas konstitusionalnya melindungi rakyat Suriah.”

Baca: Media Israel Sebut “Iron Dome” Picu Kanker

Sehari sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pihaknya akan melancarkan operasi militer di daerah yang dikuasai Kurdi di Suriah utara. Dia mengatakan bahwa Rusia dan Amerika Serikat telah diberitahu tentang operasi yang direncanakan ini, tapi tidak menyebutkan kapan akan dimulai. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*