suriah homsHoms, LiputanIslam.com – Harapan akan tercapainya perkembangan positif di Kota Lama Homs akhirnya terpenuhi. Hal ini ditandai dengan dimulainya proses keluarnya ribuan militan dari Kota Lama Homs di bawah perjanjian yang telah dicapai Senin lalu antara pasukan pemerintah Suriah dan militan.

Sesuai perjanjian itu, sekira 2,250 orang yang sebagian besar adalah militan harus dievakuasi dari area tersebut ke daerah-daerah lain yang dikuasai militan di wilayah utara provinsi Homs.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa lima unit bus sudah tiba di kota itu dini hari Rabu (7/5/2014) untuk membawa militar keluar di bawah pengawasan delegasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komisi rekonsiliasi pemerintah Suriah.

Gubernur Homs, Talal Barazi, membenarkan berita bahwa militan mulai keluar meninggalkan Kota Lama Homs. Mereka diperbolehkan membawa senjata ringan dan satu peluncur roket untuk setiap bus yang digunakan untuk mengangkut mereka.

Sehari sebelumnya, para pekerja PBB telah membersihkan ranjau dari jalur yang akan dilewati bus-bus itu sebagai persiapan proses evakuasi.

Kawasan-kawasan yang akan ditinggalkan militan akan diserahkan kepada pemerintah, dan dengan demikian pemerintah mengendalikannya secara penuh, kecuali satu wilayah utama Homs yang pernah dijuluki sebagai “ibu kota revolusi”.

Kota ini sangat strategis karena menghubungkan kubu-kubu pertahanan pasukan pemerintah di sepanjang pantai barat dengan ibu kota Suriah, Damaskus.

Kesepakatan tersebut telah dirundingkan dengan bantuan Iran dan akan dijamin oleh PBB dan Iran. Dalam kesepakatan itu pihak militan antara lain juga harus membebaskan sekitar 70 tentara pemerintah yang mereka tawan.

Perkembangan ini dinilai sebagai pukulan besar bagi kelompok-kelompok pemberontak dukungan asing, apalagi terjadi menjelang pemilu presiden Suriah pada tanggal 3 Juni 2014.

Negosiasi pemerintah Suriah dengan militan itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk membuka akses bagi penduduk yang terjebak di zona-zona konflik.

Sabtu lalu Presiden Suriah Bashar al-Assad meminta badan-badan bantuan pemerintah supaya meningkatkan kerjasama mereka dengan lembaga bantuan lokal dan internasional dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk.

Seperti diketahui, Suriah dilanda gelombang kekerasan dan kecamuk perang sejak Maret 2011. Berbagai laporan menyebutkan sebanyak 150,000 orang terbunuh dan jutaan lainnya mengungsi akibat perang. (mm/presstv/almanar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL