Beirut, LiputanIslam.com –  Berbagai kelompok oposisi Suriah di Ghouta Timur di pinggiran Damaskus, ibu kota Suriah, menegaskan kesiapan mereka mengeluarkan kawanan teroris Hayat Tahrir Sham alias Jabhat Al-Nusra dari kawasan ini setelah 15 hari penerapan gencatan senjata yang dituntut oleh Dewan Keamanan PBB.

Dalam sebuah pernyataan bersama yang ditujukan kepada PBB dan Dewan Keamanan PBB kubu oposisi Suriah yang terdiri atas kelompok-kelompok Jaish al-Islam, Failaq al-Rahman, dan Ahrar al-Sham al-Islamiyyah, Selasa (27/2/2018), menegaskan, “Kami siap sepenuhnya mengeluarkan kawanan bersenjata Hayat Tahrir Sham, Jabhat Al-Nusra, Al-Qaeda, dan setiap orang orang yang terhubung dengan mereka bersama keluarga masing-masing dari Ghouta di timur kota Damaskus dalam tempo 15 hari sejak dimulainya penerapan gencatan senjata.”

Jaish al-Islam dan Failaq al-Rahman merupakan dua kelompok yang paling berpengaruh di Ghouta Timur dan terlibat dalam beberapa perundingan sebelumnya di PBB.

Tentara Rusia, Selasa, menuding oposisi Suriah menyerang pasukan pemerintah Suriah di Ghouta Timur di saat pemberlakuan “jeda kemanusiaan” yang diumumkan oleh Rusia.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*