Damaskus, LiputanIslam.com –  Kelompok-kelompok bersenjata yang tersebar di distrik Jabatha al-Khashab, provinsi Quneitra, Suriah selatan, telah menyerahkan senjata berat dan sedang mereka dalam beberapa gelombang baru kepada Pasukan Arab Suriah (SAA) sesuai kesepakatan yang telah dicapai antara kedua pihak.

Dilaporkan bahwa sepanjang Jumat dan Sabtu lalu kawanan bersenjata itu telah menyerahkan antara lain satu tank, satu peluncur roket, dua kendaraan lapis baja, dan tiga unit monil bak terbuka yang dilengkapi senapan otomatis 14.5 mm, mortir 122 mm, dan senjata anti tank.

Jabatha al-Khashab dan sekitarnya di bagian utara provinsi Qunietra semula merupakan daerah yang menjadi kantung utama kelompok-kelompok teroris, terutama Jabhat al-Nusra, yang telah disuplai Israel dengan berbagai jenis senjata dan sarana tempur canggih.

Pada 19 Juli lalu di Quneitra telah dicapai kesepakatan yang mengharuskan para teroris dan pemberontak penolak rekonsiliasi dengan pemerintah Suriah keluar dari provinsi Quneitra ke provinsi Idlib yang sebagian besar wilayahnya masih dikuasai kawanan bersenjata. Sesuai perjanjian ini, SAA kembali berkuasa di wilayah itu sebagaimana era sebelum Suriah mulai dilanda krisis pemberontakan dan terorisme pada tahun 2011.

Belakangan ini SAA terlibat pertempuran sengit melawan sisa-sisa kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di bagian selatan Suriah. Banyak teroris bergelimpangan dan tewas diterjang operasi militer SAA.

Laporan terbaru yang disertai peta perang di Suriah selatan menyebutkan bahwa SAA telah menguasai sekira 98% wilayah provinsi Daraa, sedangkan lebihnya masih dikuasai oleh ISIS.

Sementara itu, kantor berita Jerman, DPA, melaporkan bahwa kelompok-kelompok pemberontak di Suriah utara telah membentuk pasukan baru utuk menghadapi SA yang sudah bersiap untuk segera menjalankan operasi militer penumpasan kawanan bersenjata.

“Kelompok-kelompok oposisi telah bersatu, terutama Front Pembebasan Suriah,  Front Nasional, dan Pasukan Kebebasan Idlib, dalam sebuah pasukan baru yang dinamai ‘Jaish al-Fath’ (Pasukan Pembebasan),” ujar sumber anonim kepada DPA.

Dia menambahkan bahwa jumlah kawanan bersenjata itu lebih dari 75,000 orang, dan pasukan baru ini dibentuk tak lain untuk melawan rezim Ziois Israel. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*