syria-homsHoms, LiputanIslam.com – Kota Homs, Suriah, kembali menjadi ajang pembantaian warga sipil oleh militan pemberontak. Tak puas dengan  dua bom mobil yang telah diledakkan di kawasan yang penduduknya pro Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Kamis (9/4), militan anti al-Assad di hari dan kota yang sama memberondong penduduk kawasan Karm al-Zaitun dengan peluru mengakibatkan 14 warga sipil tewas, sebagian di antaranya perempuan dan anak kecil, di kawasan permukiman .

Serangan brutal itu terjadi beberapa jam setelah dua mobil tersebut diledakkan di sebuah distrik yang dikuasai oleh pasukan pemerintah Suriah. Dua bom mobil itu juga melukai lebih dari 100 penduduk setempat. Kantor berita resmi Suriah, SANA, menyebutkan bahwa korban jatuh sedemikian banyak karena lokasi peledakan merupakan area pertokoan yang ramai pengunjung.

Kota Homs mendapat serangan rutin sejak sekitar tiga tahun lalu dari kelompok pemberontak Suriah yang didukung pihak-pihak asing.

Sementara itu, tentara Suriah berhasil menemukan beberapa terowongan bawah tanah yang dibuat oleh milisi di kota al-Maliha, dekat Damaskus. Terowongan yang dibuat untuk melancarkan operasi serangan itu ditemukan setelah tentara Suriah terlibat kontak senjata dengan pemberontak dan berhasil membunuh sejumlah gerilyawan, termasuk dua pria buron bernama Nidal Shoukeh dan Hassan Abu Ayisha.

Di kota al-Bukamal, provinsi Deir al-Zour, Suriah, korban yang berjatuhan akibat pertempuran antara sesama ekstrimis sendiri, dilaporkan terus bertambah dari 24 menjadi sedikitnya 51 militan. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pertempuran itu terjadi antara kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIL) dan Front al-Nusra yang merupakan cabang al-Qaida. Kedua pihak terlibat baku tembak untuk memperebutkan kota al-Bukamal, dan merupakan kelanjutan dari konfrontasi antara keduanya yang sejauh ini telah menewaskan sekitar 4,000 orang sejak Januari lalu. (mm/alalam/sana)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*