Aden, LiputanIslam.com –  Militan bersenjata yang berafiliasi dengan Dewan Transisi Selatan  (SCT) secara efektif telah menguasai seluruh wilayah kota Aden. Demikian dikatakan seorang sumber pemerintah Yaman, Selasa (30/1/2018).

“Dewan Transisi saat ini mengendalikan seluruh kota Aden secara praktis, kecuali Istana Maashiq (istana kepresidenan) yang merupakan ‘garis merah’,” kata sumber anonim itu kepada Sputnik milik Rusia.

Bentrokan sengit pecah sejak Ahad lalu antara militan separatis Yaman Selatan dan pasukan presiden tersingkir Abd-Rabbuh Mansour Hadi yang didukung oleh Arab Saudi.

Ketegangan meningkat setelah Hadi menolak permintaan militan agar dia mundur. Otoritas kesehatan Yaman melaporkan bahwa setidaknya 20 orang meninggal dan 120 lainnya luka-luka akibat bentrokan tersebut.

Kantor berita Saba milik pemerintahan Hadi mengutip pernyataan Kementerian Kesehatan bahwa setidaknya 12 orang tewas dan 132 lainnya luka-luka akibat pecahnya pertempuran di Aden.

Militan tersebut membentuk “Dewan Aden Selatan” transisional pada Mei lalu. Aidarus Al-Zubeydi, yang beberapa saat sebelumnya dipecat oleh Hadi saat itu bertindak sebagai pemimpin mereka.

Pertempuan antara kedua kubu itu terjadi manakala mereka sama-sama memerangi kelompok Ansarullah (Houthi) sejak tahun 2014, dan di saat pasukan koalisi pimpinan Saudi melakukan intervensi dengan melancarkan serangan udara secara intensif sejak Maret 2015 atas permintaan Hadi dengan tujuan menumpas Ansarullah. (mm/sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*