yaman demo al-houthiSanaa, LiputanIslam.com – Gerakan Ansarullah dan beberapa kabilah Yaman yang bersekutu dengannya dilaporkan telah menguasai kawasan Hamdan di utara Sanaa, ibu kota Yaman, dan kamp militer Salan di provinsi al-Jouf, sementara di kawasan lain di utara dan selatan Sanaa terjadi kontak senjata sengit yang mengakibatkan 50-an orang tewas.

Alalam melaporkan bahwa gerakan yang lebih dikenal dengan sebutan kelompok al-Houthi itu telah bergerak maju menuju pangkalan besar Salan setelah mereka menguasai kawasan al-Ghail di provinsi al-Jouf.

Bersamaan dengan ini, beberapa kawasan adat dan kawasan Shamlan di utara Sanaa dilanda kontak senjata sengit antara gerakan Ansarullah dan kelompok-kelompok takfiri yang mendukung Partai Islah.

Laporan dari Sky New menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan sumber-sumber keamanan Yaman Rabu kemarin (17/9) telah terjadi kontak senjata antara pasukan negara ini dan milisi Ansarullah, mengakibatkan 50 orang tewas, 12 di antaranya tentara, dan puluhan lainnya cidera.

Menurut Sky News, kontak senjata di kawasan Shamlan di utara Sanaa dan Huzaiz di selatan Sanaa itu sempat terhenti tetapi kemudian terulang lagi, mengakibatkan empat tentara tewas dan beberapa lainnya cidera.

Sementara itu, Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman Jamal bin Umar telah mengadakan pertemuan dengan pemimpin Ansarullah, Abdul Malik al-Houthi. Menurut reporter Alalam, pertemuan itu menghasilkan sinyalemen positif dan kemungkinan akan adanya kesepakatan untuk mengatasi kemelut antara pemerintah dan kubu pemrotes yang digerakkan oleh Ansarullah.

Perundingan antara pemerintah Yaman dan kubu pemrotes sempat dilakukan, namun setelah kelompok Ansarullah memboikotnya menyusul kebijakan pemerintah mengganti utusannya dalam perundingan.

“Perubahan perwakilan pemerintah dalam perundingan serta ditunjuknya dua wakil baru telah membuat segala sesuatu kembali ke titik nol,” ungkap kelompok Ansarullah.

Seperti diketahui, gerakan Ansarullah menuduh pemerintah Yaman korup dan menuntut pembubaran pemerintahan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi. Presiden Yaman sudah mencoba meredakan aksi protes dengan gagasan pengangkatan perdana menteri baru dan penurunan harga BBM yang semula dinaikkan dan telah memicu reaksi protes. Namun demikian, pihak pemrotes masih belum puas dengan kebijakan itu dan tetap menuntut pemerintah mundur. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL