London, LiputanIslam.com –  Pemerintah Inggris diam-diam masih melanjutkan perjanjian penjualan senjatanya kepada Arab Saudi dalam beberapa pekan setelah pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Demkian dilaporkan surat kabar The Independent, Selasa (1/1/2019).

Surat kabar Inggris itu menambahkan bahwa para pejabat Kementerian Perdagangan Inggris yang bertugas menjalin kesepakatan senjata dengan pihak luar negeri telah mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan mitra mereka dari Saudi untuk membahas kesepakatan ini.

The Independent menyebutkan bahwa delegasi dari Badan Pertahanan dan Keamanan Inggris, sebuah kantor  dalam Kementerian Perdagangan, yang bertanggung jawab untuk ekspor senjata, diam-diam telah berkunjung ke Riyadh pada 14-22 Oktober 2018.

Sumber informasi The Independent tentang ini adalah permintaan surat kabar Inggris Mirror untuk menyelidiki perkembangan itu sesuai klausa kebebasan informasi yang dijamin konstitusi.

Kunjungan itu terakhir kalianya adalah pada 22 Oktober, ketika Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt, menyatakan kecaman negaranya atas pembunuhan Khashoggi “dengan ungkapan sekeras mungkin” dalam pidato di depan parlemen.

Dia kemudian mengumumkan pembatalan rencana kunjungan ke Riyadh oleh Menteri Perdagangan Liam Fox, tapi tidak mengungkap pertemuan mengenai kesepakatan senjata, menurut sumber yang sama.

The Independent mengingatkan bahwa bahkan sebelum kematian Khashoggi, pemerintah Inggris secara luas dikritik karena memasok senjata kepada Arab Saudi yang memimpin invasi militer ke Yaman.

Seperti diketahui, pembunuhan Khashoggi yang diduga didalangi oleh Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman pada awal Oktober lalu itu telah memicu gelombang kemarahan internasional dan tuntutan agar pihak yang berwenang mengungkap keberadaan mayat  Khashoggi dan dalang pembunuhan. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*