egypt-unrest-13-800x440Kairo, LiputanIslam.com – Bentrokan antara massa mahasiswa pendukung presiden Mesir terguling Mohammad Morsi dan aparat keamanan terjadi di beberapa universitas Mesir Selasa (01/04/2014), menjatuhkan sedikitnya 33 korban luka yang sebagian besar adalah mahasiswa Assiut di wilayah selatan negara ini. Demikian dilaporkan otoritas keamanan dan kesehatan Mesir.

Kementerian Kesehatan Mesir menyebutkan bahwa dalam bentrokan yang terjadi di kota Assiut, 360 kilometer selatan Kairo, 31 orang cidera, sedangkan dua korban cidera lainnya jatuh di kota Damanhur, propinsi Beheira.

Otoritas keamanan Mesir menyebutkan bahwa kerusuhan juga terjadi di Universitas Ain Shams di Kairo, Universitas Alexandria dan Universitas Mansoura di wilayah utara Mesir. Aparat keamanan berusaha membubarkan konsentrasi mahasiswa dengan menembakkan peluru-peluru gas air mata. Di Universitas Ain Shams dan Universitas Mansoura upaya aparat dilawan mahasiswa dengan lemparan bom-bom molotov. Namun belum ada laporan mengenai korban yang jatuh akibat kerusuhan tersebut.

Sementara itu, al-Sahrq al-Awshat memberitakan bahwa Universitas al-Azhar Senin lalu telah memecat 25 mahasiswanya karena diketahui terlibat aksi kekerasan yang antara lain menyebabkan terbakarnya beberapa mobil milik dosen.

Penggulingan Presiden Mesir Mohammad Morsi yang berasal dari kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) pada 3 Juli 2013 telah menimbulkan gelombang aksi protes di seantero Mesir. Unjuk rasa pendukung Morsi dihadapi otoritas Mesir dengan kekuatan polisi dan militer. Menurut Lembaga Amnesti Internasiona, korban tewas yang jatuh akibat kekerasan di Mesir mencapai sekitar 1.400 orang yang sebagian besar adalah anggota Ikhwanul Muslimin.

Desember tahun lalu otoritas Mesir menuduh dan mengumumkan IM sebagai organisasi teroris. Tuduhan ini ditepis keras oleh IM karena, menurut mereka, unjuk rasa yang mereka lakukan selama ini selalu bersifat damai.

Selasa (01/04/2014) Perdana Menteri Inggris David Cameron menginstruksikan investigasi terkait aktivitas IM di Inggris karena organisasi ini belakangan dinilai telah menimbulkan keresahan. Instruksi itu mendapat sambutan gembira dari otoritas Mesir. (mm/alalam/alsharqalawsat)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL