menlu mesir sameh shoukryKairo, LiputanIslam.com –  Pemerintah Mesir menentang rencana pengiriman angkatan darat Arab Saudi ke Suriah, sementara Suriah sendiri menyatakan siap meladeni aksi nekat Saudi tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Sameh Shoukry saat menyatakan penentangan Kairo tersebut mengingatkan bahwa krisis di Suriah yang sudah berlangsung sekian tahun terbukti tidak akan terpecahkan melalui jalur militer sehingga kanal diplomatiklah yang dianggap sebagai solusi terbaik.

“Penegakan perdamaian di Suriah untuk menciptakan persatuan di negara ini harus dilakukan melalui jalur PBB dan utusan internasional,” kata Shoukry, seperti dilansir al-Hadath Press, Senin (15/2).

Dia mengapresiasi hasil perundingan di Munich, Jerman, mengenai Suriah, dan menilainya sebagai pendahuluan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan dan demi penghentian aksi-aksi teroris, dan masyarakat internasional harus melakukan tindakan nyata untuk menerapkan resolusi yang dihasilkan oleh perundingan tersebut.

Menlu Saudi Adel al-Jubeir belakangan ini telah beberapa kali menyatakan kesiapan negaranya untuk mengirim angkatan darat ke Suriah serta menuding pemerintah Suriah sebagai penyebab gagalnya perundingan di Jenewa, Swiss, untuk meredakan krisis Suriah.

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu Sabtu pekan lalu juga mengatakan bahwa Turki dan Saudi akan segera memulai operasi darat untuk berperang melawan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Dia juga mengabarkan bahwa Saudi telah mengirim beberapa jet tempurnya ke pangkalan udara Incirlik di Turki.

Banyak kalangan menilai “berperang melawan ISIS” hanyalah kedok Saudi dan Turki untuk memerangi pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad yang hingga kini tetap solid meskipun negaranya dihajar oleh aksi pemberontakan yang diperparah oleh membanjirnya teroris anti pemerintah Suriah yang datang dari berbagai penjuru dunia dengan dukungan dana, senjata dan logistik dari Barat, Turki, Saudi dan lain-lain.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Nasional Suriah Khalid al-Aboud dalam menanggapi kemungkinan masuknya pasukan Saudi dan Turki ke Suriah menyatakan Suriah dan kekuatan-kekuatan sekutunya, yaitu Iran, Hizbullah Lebanon dan Rusia, siap meladeni intervensi Saudi dan Turki.

“Campurtangan pasukan asing di Suriah akan membuat kawasan semakin meradang… Dua negara ini berusaha menyertai agresi Amerika Serikat terhadap kawasan dan Suriah,” katanya dalam wawancara dengan RT dan dikutip IRNA, Senin (15/2).

Dia menambahkan, “Dengan adanya tentara Suriah, Rusia dan kekuatan-kekuatan sekutu Suriah lainnya Turki tidak akan bisa menerobos perbatasan Suriah, dan masalah ini akan meningkatkan ketegangan militer di kawasan dalam beberapa hari mendatang.”

Menurutnya, keterlibatan Iran di beberapa negara, termasuk Suriah, hanya sebatas pada opsi-opsi politik, sedangkan Saudi jelas-jelas mencampuri urusan negara-negara lain dengan mengerahkan para teroris.

Ditanya mengenai bagaimana reaksi Suriah jika pasukan Saudi dan Turki jadi masuk ke Suriah, dia menegaskan, “Tentara Suriah dan para sekutunya akan menghadapi tindakan itu.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL