mesir f16_fighterKairo, LiputanIslam.com –  Seiring dengan terjadinya pendekatan antara Mesir dan Suriah, belakangan ini tersiar kabar bahwa Mesir mengirim pasukannya ke Suriah. Namun, Kamis (24/11/2016), Mesir menepis kabar itu, sementara Rusia mengaku tidak memiliki informasi mengenai keterlibatan tentara Mesir dalam perang di barisan pasukan pendukung pemerintah Suriah.

Sumber militer Mesir yang enggan disebutkan namanya karena tak berwenang memberikan keterangan kepada media mengatakan, “Mesir tidak mengirim pasukan ke luar negeri tanpa pengumuman resmi dari Majelis Pertahanan Nasional dan para menteri.”

Dia menilai tidak mungkin negaranya mengirim pasukan ke Suriah karena persyaratan yang berlaku belum terpenuhi.

“Pengiriman pasukan militer ke luar negeri bergantung pada kaidah-kaidah yang tertera dalam konstitusi dan undang-undang Mesir,” terangnya.

Menurut konstitusi Mesir, presiden selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata tidak berwenang mengirim pasukan ke luar negeri untuk misi perang.

Pasal 152 konstitusi Mesir menyebutkan, “Presiden Mesir sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata tidak mengumumkan perang dan tidak pula mengirim angkatan bersenjata untuk misi tempur ke luar perbatasan negara, kecuali setelah mendapatkan suara Majelis Pertahanan Nasional dan persetujuan dari masing-masing Dewan Menteri dan Majelis Pertahanan Nasional.”

Bersamaan dengan ini, juru bicara Presiden Rusia Dmitry Peskov mengaku tidak memiliki informasi mengenai keberadaan tentara Mesir di Suriah.

“Saya tidak memiliki informasi apapun tentang ini,” katanya saat ditanya mengenai dugaan partisipasi militer Mesir dalam penumpasan teroris di Suriah.

Bantahan atas rumor tersebut juga dinyatakan oleh juru bicara resmi Kementerian Luar Negeri Mesir Ahmad Abu Zaid.

“Gunjingan mengenai pengiriman pasukan militer Mesir ke Suriah sama sekali tidak benar. Tak ada pasukan Mesir di Suriah dengan alasan apapun.”

Menurutnya, Mesir tidak berpihak kepada siapapun dalam konflik di Suriah.

“Mesir menegaskan pendiriannya yang solid mengenai perang Suriah, yaitu bahwa tak ada solusi kecuali solusi diplomatik, dan bahwa dialog adalah satu-satunya jalan untuk menyudahi krisis ini,” katanya.

Sumber militer Mesir mengatakan bahwa rumor itu menggelikan, tapi dia memastikan bahwa pemerintah Suriah dan Mesir dalam waktu dekat ini akan mengumumkan secara resmi koordinasi kedua negara dalam penumpasan terorisme.

Beberapa sumber media menyebutkan bahwa di Suriah juga terdapat dua pilot Mauritania dan dua pilot Aljazair . Mereka bersama pasukan pemerintah Suriah dalam sebuah misi pelatihan.

Tidak jelas apakah para pilot itu berada di sana dengan kapasitas pribadi, misalnya sebagai mediator perusahaan-perusahaan swasta, ataukah dalam rangka koordinasi resmi antarnegara tersebut.

Berbagai sumber juga mengabarkan adanya “tim teknis Pakistan yang dibayar oleh Iran untuk perawatan pesawat udara Suriah.”

Koran al-Safir terbitan Lebanon menyebutkan sebanyak 18 pilot Mesir belakangan ini bergabung di pangkalan udara Hama, Suriah, tapi tidak jelas apakah mereka berpartisipasi dalam operasi militer. Selain itu, dua jenderal Mesir juga sudah satu bulan bertugas di markas staf angkatan bersenjata Suriah di Damaskus, ibu kota Suriah.

Al-Safir juga mengutip keterangan beberapa sumber bahwa Mesir berjanji mengirim pasukan ke Suriah.

Kabar ini beredar bersamaan dengan heboh pertanyaan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dalam wawancara dengan TV RPT milik Portugal Selasa lalu bahwa dia mendukung pasukan pemerintah Suriah.  (Baca: Heboh, Presiden Mesir Blak-Blakan Dukung Tentara Suriah )

“Yang utama bagi Mesir ialah menyokong tentara nasional di Libya, demikian pula di Suriah dan Irak, demi pulihnya keamanan di negara-negara ini,” katanya. (mm/anadolu/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL