Bouthaina Shaaban suriahDamaskus, LiputanIslam.com – Penasehat politik dan media Presiden Suriah Bouthaina Shaaban menuding Barat menebar propaganda kotor anti Suriah. Dia menyerukan kepada semua negara “pecinta perdamaian” supaya berpihak kepada Suriah sebagaimana dilakukan Rusia dan Cina.

“Amerika Serikat (AS) dan Barat lebih banyak menggunakan terorisme sebagai perantara untuk menyukseskan agenda-agenda politik mereka dalam membelah negara kami, sementara Rusia memberikan dukungan nyata, bukan hanya kata, kepada pemerintah dan tentara Suriah dalam perang melawan teroris,” ungkap Shaaban, seperti dilansir Xinhua dan dikutip Alalam, Jumat (16/10).

Lebih lanjut dia menyatakan apresiasinya kepada pemerintah Mesir karena mendukung kedatangan pasukan Rusia ke Suriah. Dia menegaskan bahwa dukungan ini “sangat penting” bagi Suriah.

“Berkat dukungan negara-negara ini serta kesolidan rakyat dan angkatan bersenjata Suriah, Barat tak dapat merealisasikan tujuan-tujuannya di Suriah,” tegasnya.

Menyinggung adanya ikatan historis antara Mesir dan Suriah, dia mengatakan, “Tak ada perang tanpa Mesir, dan tak ada perdamaian tanpa Suriah.”

Menurut Shaaban, jatuhnya presiden Mesir Mohamed Morsi dan tampilnya Abdel Fattah el-Sisi sebagai penggantinya juga merupakan peristiwa yang sangat penting bagi Suriah serta kawasan regional dan global, namun juga menjadi pukulan bagi pemerintahan Presiden Turki Recep TayyipErdohan di Turki yang menjalin hubungan erat dengan kelompok Ikhwanul Muslimin di Mesir.

“Hubungan antarlembaga Suriah dan Mesir sempurna dan tak pernah terputus barang sehari. Komunikasi antarasosiasi profesional, sastrawan, budayawan, ulama, seniman dan universitas terus berjalan. Tak dapat dipisahkan antara bangsa Suriah dan bangsa Mesir,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk pertama kalinya dalam dua pekan terakhir Rusia menghentikan serangannnya terhadap kawanan teroris ISIS sepanjang Jumat kemarin. Kepala staf operasi militer Rusia Letjen Andrey Kartopolov di Moskow, ibu kota Rusia, hanya menyebutkan hasil-hasil operasi pemboman angkatan udara Rusia di Suriah selama dua pekan terakhir.

Sebagaimana dilansir IRNA, dia mengatakan bahwa serangan Rusia yang dilakukan melalui 394 kali penerbangan militer sepanjang satu pekan terakhir telah menimbulkan kehancuran besar di berbagai wilayah Suriah pada pihak ISIS berupa 46 markas komando, enam pabrik pembuat bom, 22 gudang amunisi dan penyimpanan bahan bakar, dan 272 tempat perkumpulan dan pelatihan.

Secara terpisah, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov menyatakan semua pesawat nirawaknya kembali ke pangkalan dalam kondisi utuh. Hal ini dia nyatakan sebagai tanggapan atas pernyataan Turki bahwa pihaknya telah menembak jatuh sebuah pesawat tak di kenal yang masuk ke wilayah Turki melalui perbatasan Suriah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL