rusuh mesirKairo, LiputanIslam.com – Negeri Piramida Mesir kembali diwarnai unjuk rasa besar-besaran yang melibatkan ribuan massa. Hal ini terjadi menyusul keputusan pengadilan Mesir membebaskan mantan diktator Hosni Mubarak dari beberapa tuntutan hukum.

PressTV melaporkan bahwa para pengunjuk rasa Selasa (2/12) menyatakan tidak akan berhenti menggelar aksi protes sebelum tuntutan mereka terpenuhi. Mereka juga meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah dan mengecam kekuasaan militer.

Di pihak lain, polisi di Kairo, ibu kota Mesir, menutup semua jalur akses menuju Tahrir Square menyusul maraknya aksi protes terhadap keputusan pengadilan tersebut.

Sabtu lalu (29/11) pengadilan Mesir mengeluarkan keputusan yang membebaskan presiden terguling Hosni Mubarak dari dakwaan terlibat kasus korupsi serta pembunuhan ratusan demonstran dalam unjuk rasa akbar tahun 2011 yang berujung tergulingnya Mubarak dari kursi kepresiden yang sudah dia duduki selama sekitar tiga dekade.

Namun demikian, Mubarak tetap masih harus mendekam dalam penjara selama tiga tahun sebagai hukuman atas kasus korupsi lain.
Keputusan itu segera disambut aksi protes oleh para aktivis hingga terjadi unjuk rasa berdarah di hari keluarnya keputusan tersebut. Sedikitnya dua orang tewas dan 14 lainnya cidera akibat bentrokan polisi dan para aktivis pengunjuk rasa yang marah.

Dalam peristiwa ini polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan water cannon untuk membubarkan konsentrasi massa di Tahrir Square di pusat kota Kairo. Meski demikian, para aktivis tetap menyerukan kepada masyarakat supaya terus melakukan demonstrasi hingga aspirasi rakyat terpenuhi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL