kairo unjuk rasaKairo, LiputanIslam.com – Empat orang, satu di antaranya jurnalis perempuan, tewas dan 10 lainnya menderita luka-luka akibat bentrokan antara demonstran anti pemerintah dengan petugas keamanan di Kairo, Mesir, Jumat (28/03). Pejabat keamanan Mesir menyatakan para korban itu berjatuhan ketika polisi berusaha membubarkan unjuk rasa  protes massa Ikhwanul Muslimin terhadap pencalonan diri mantan panglima angkatan bersenjata dan menteri pertahanan Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

Jurnalis yang tewas diketahui bernama Mayada Ashraf yang bekerja untuk koran miliknya sendiri, al-Dastour, dan pekerja lepas jaringan berita online Masr al-Arabia. Dia tertembak di bagian kepala ketika sedang meliput bentrokan di wilayah Ain Shams, Kairo.

Selama Jumat kemarin unjuk rasa anti al-Sisi terjadi bukan hanya di Kairo, melainkan juga di beberapa kota lain, termasuk Iskandaria. Dalam aksi itu mereka juga mengecam vonis mati Pengadilan Tinggi Mesir terhadap sekitar 500 pendukung presiden terguling Mohammed Morsi dan aktivis Ikhwanul Muslimin dengan tuduhan terlibat dalam pembunuhan polisi di Minya.
Dalam bentrokan yang terjadi kemarin, polisi juga menangkap 10 pendukung Morsi di propinsi Damietta serta meringkus 28 orang lainnya di wilayah selatan propinsi Minya karena membawa selebaran anti militer dan polisi.

Rabu lalu Abdel Fattah el-Sisi secara resmi mundur dari militer dan jabatannya sebagai menteri pertahanan dalam rangka pencalonan dirinya sebagai presiden Mesir. Para pengamat menyebutkan bahwa dengan naiknya al-Sisi sebagai kandidat presiden maka semua institusi pemerintah dan media Mesir akan cenderung mendongkrak popularitas al-Sisi sehingga kompetisi tidak akan berjalan sportif dan fair serta dapat menciutkan peluang bagi para kandidat lain.

Sejak Morsi tergusur dari kursi kepresiden pada 3 Juli 2013, kondisi keamanan di Mesir memburuk dan sering dilanda aksi demo dan kekerasan. Kelompok-kelompok Hak Asasi Manusia menyebutkan bahwa gelombang kekerasan itu telah menjatuhkan sedikitnya 1,400 korban tewas yang sebagian besar adalah akibat penggunaan kekuatan secara berlebihan oleh aparat keamanan. (mm/presstv/dailystar/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL