مشعل: كل الخيارات مفتوحة لكسر حصار غزةDoha, LiputanIslam.com – Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas, Khaled Mashal menyatakan bahwa segala opsi tersedia untuk memecahkan blokade Israel terhadap Jalur Gaza.

“Ada kesalahan dari pihak pemerintahan rekonsiliasi (Palestina) terkait rekonstruksi (Gaza)… Gaza yang terlibat pertempuran abadi, solid di depan musuh, mencetak prestasi dan kemenangan dan melakukan inisiatif baru perlawanan (terhadap Israel) tidak mungkin akan mengabaikan haknya. Pihak-pihak yang berbicara tentang rekonstruksi kebanyakan tidak berbuat sesuatu, dan masyarakat internasional juga bersalah,” paparnya dalam wawancara dengan surat kabar al-Risalah yang dilansir Senin (15/12)

Dia juga menegaskan bahwa Hamas menempuh dua jalur untuk mengatasi persoalan ini. Pertama, meminta pihak pimpinan Palestina beserta lembaga-lembaganya, terutama pemerintahan otonomi supaya bertanggungjawab atas rekonstruksi Gaza. Kedua, bergerak bersama sebagian besar pihak yang resmi dan berkompeten untuk andil dalam rekonstruksi.

Dia menambahkan bahwa Gaza berhal memecah blokade, mempercepat pelaksanaan rekonstruksi dan perlindungan, dan membangunan pelabuhan dan bandara.

“Semua ini dapat kami capai dengan berbagai cara. Ini merupakan perkara yang tak perlu kami bicarakan atau kami singgung. Semua opsi tersedia bagi kami dalam segala keadaan,” tuturnya.

Mengenai hubungan dengan Iran, Mashal mengatakan bahwa hubungan Hamas dengan negara republik Islam itu tidak pernah terputus barang sehari.

“Tidak ada kata putus dalam hubungan antara Hamas dan Iran. Kami memiliki latar belakang sejarah yang panjang soal hubungan dengannya menyangkut perlawanan terhadap rezim pendudukan (Israel),” ungkapnya.

Berbagai sumber Hamas awal pekan lalu menyatakan bahwa delegasi tingkat tinggi gerakan ini telah berkunjung ke Teheran dalam rangka memperkuat hubungan bilateral.

Dia juga mengatakan Hamas sangat berhasrat menjalin hubungan baik dengan Mesir, walaupun Hamas merasa diperlukan secara tidak adil.

“Meski kami dizalimi dan menjadi sasaran tuduhan, namun kami tetap sangat mengharapkan tegaknya keamanan nasional Mesir, dan kami sama sekali tidak mencapuri urusan mereka,” katanya.

Dia memastikan Hamas tidak akan mencapuri urusan negara-negara Arab atau regional karena gerakan ini mengharapkan terpeliharanya hubungan baik dengan semua pihak dengan segala sikap dan posisi masing-masing di tengah isu Palestina. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL