Riyadh, LiputanIslam.com –  Pakar digital forensik Abdulrazzak al-Morjan dari Amerika Serikat menyatakan bahwa merekam dan memviralkan video peristiwa serangan rudal Yaman terhadap Arab Saudi tergolong kejahatan dunia maya (cyber crime).

Seperti dilansir al-Alam, Rabu (28/3/2018), al-Morjan kepada surat kabar al-Watan milik Saudi mengatakan bahwa rekaman-rekaman itu berpotensi digunakan oleh pihak Yaman secara tendensius, serta berkemungkinan menghasilkan suatu persepsi mengenai situs-situs strategis di Saudi, terutama situs pertahanan udara, untuk menjadi sasaran mereka.

“Pengambilan dan penyebaran gambar pertahanan udara Saudi tergolong ranah militer terlarang sehingga tidak boleh mengambil gambar darinya atau dari daerah sekitarnya,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa tindakan mengambil dan menyebarluaskan gambar itu dapat membuat pelakunya terancam hukuman dengan mengacu pada pasal 6 undang-undang kejahatan informatika yang menegaskan sanksi terhadap pembuat konten yang mengganggu ketertiban umum berupa hukuman paling lama 5 tahun penjara dan atau denda paling banyak 3 juta Riyal Saudi.

Dia berharap ada hukuman yang lebih berat lagi, misalnya dengan melarang pelaku menggunakan media sosial selama beberapa kurun waktu.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir ini beredar beberapa penggalan video rekaman peristiwa serangan rudal Ansarullah (Houthi) terhadap sejumlah bandara Saudi. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL