TelAviv, LiputanIslam.com –  Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman, Minggu (2/7/2017), membuat pernyataan bernada peringatan bagi Hizbullah dengan mengatakan bahwa Israel mengerti apa yang perlu dilakukan terkait dengan kelompok pejuang Muslim Lebanon yang didukung Iran ini.

Seperti dilansir Yedioth Ahronoth,  menyinggung daftar kekuatiran dalam dan luar negeri yang dirasakan Israel, Lieberman kepada wartawan di pangkalan militer Kiriya memastikan kekuatan militer Israel jauh di atas kekuatan militer Hizbullah, dan Israel  tidak memikirkan rencana eskalasi di utara maupun selatan.

Dia kemudian menuding iran berusaha membangun pabrik rudal di Lebanon untuk mempersenjatai Hizbullah yang disebutnya gerombolan teroris.

“Kami mengetahui hal itu dan mengerti apa yang harus kami lakukan terhadapnya. Ini merupakan fenomena besar dan kami tidak dapat mengabaikannya, tapi sejak tahun 2006 kami unggul besar (dalam perang) melawan Hizbullah, dan dengan cara ini kami tidak boleh berada dalam kondisi histeria atau ekstase,” katanya.

Beberapa waktu lalu, Kepala Direktorat Intelijen Militer Israel Mayjen Herzi Halevi dalam pidatonya di Konferensi Herzliya mengatakan, “Sejak tahun lalu Iran bekerja membangun infrastruktur di Lebanon dan Yaman yang dapat membuat senjata akurat, dan kita tidak dapat dan tidak akan mengabaikan hal ini.”

Lieberman kemudian menyinggung insiden jatuhnya peluru mortir ke jalur yang dikuasai Israel di Dataran Tinggi Golan dan mengatakan, “Kami tidak melihat di sana ada kesiapan untuk menggunakan senjata kimia terhadap kami.”

Menurutnya, reaksi Israel telah dipelajari dengan matang dan bertujuan mencegah eskalasi yang dapat mengobarkan perang.

“Kami tidak berpartisipasi dalam pengaturan internasional selama Iran masih menjadi bagian darinya, dan kami akan menentang setiap kesepakatan yang membiarkan (Presiden Suriah) Assad, yang telah membunuh 600.000 orangnya sendiri dengan menggunakan senjata kimia, dalam kekuasaan,” katanya.

Dia menambahkan, “Kami akan terus bertindak untuk membantu Suriah dekat perbatasan dengan penyediaan barang dasar dan perawatan medis, seperti yang telah kita diberikan kepada 3.000 warga Suriah sejauh ini.”

Dilaporkan bahwa Israel telah membalas jatuhnya peluru mortir tersebut dan menyatakan Damaskus bertanggungjawab atas peristiwa ini. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL