Penduduk Mosul timur sambut gembira pembebasan wilayah ini oleh pasukan Irak dari pendudukan ISIS.

Mosul, LiputanIslam.com –  Sejumlah kombatan kelompok teroris ISIS mencoba melancarkan serangan ke daerah yang telah dibebaskan di Mosul timur, Kamis (26/1/2017), tapi sebagian besar mereka malah  bergelimpangan disambar maut.

Dilaporkan bahwa penyerang itu berjumlah 14 orang,  sembilan di antaranya tewas, satu tertangkap, dan tiga lain berhasil kabur.

“Dengan memanfaatkan cuaca buruk, kawanan ISIS itu mencoba menyerang perbatasan distrik al-Baath dan al-Dhabat yang bersebelahan dengan Sungai Tigris di bagian timur Mosul,” ungkap Brigjen Kamal Sa’di al-Khatuni dari kesatuan Pasukan Kontra-Terorisme yang bernaung di bawah angkatan bersenjata Irak.

Dia menjelaskan bahwa mereka menyebrang Sungai Tigris dari Mosul barat ke Mosul timur dengan menggunakan dua perahu. Mereka berhasil mendarat tapi kemudian diserang oleh pasukan Irak, lalu mereka bertahan di sebuah pusat perdagangan dan rumah-rumah penduduk.

Kontak senjata terjadi dan berlangsung lebih dari tiga jam karena para teroris itu menyandera warga sipil yang ada dalam rumah, tapi mereka kemudian tumbang, sementara tiga teroris yang lolos masih diburu oleh pasukan Irak.

Pasukan Irak Selasa lalu secara resmi mengumumkan bebasnya Mosul timur dari pendudukan ISIS setelah berkobar pertempuran selama lebih dari tiga bulan.

Sementara itu, perwira Irak Letnan Fikri Khalil mengatakan pasukan negara ini sudah memulai perang lagi sejak Selasa lalu untuk membebaskan Mosul barat, tapi masih sebatas pertempuran-pertempuran singkat antara kedua pihak meskipun pasukan Irak sudah mengerahkan persenjataan berat.

Dia menerangkan bahwa kontak senjata terjadi dari dua sisi Sungai Tigris yang membelah Mosul menjadi bagian barat dan timur, sementara pasukan udara koalisi ikut menggempur posisi-posisi  ISIS di Mosul barat.  Pasukan Irak juga memasang jembatan apung maupun jembatan biasa untuk dapat menyeberang ke sisi barat.

“Semua orang tahu realitas bahwa sekarang ISIS sedang menanti kematian,” katanya.

Betapapun demikian, Fikri Khalil juga menyebutkan bahwa pembebasan Mosul secara total memerlukakan waktu lebih lama dan tidak mudah.

“Sebab, kemenangan di sini merupakan pemusahan terhadap mitos ISIS dan daulatnya, dan berarti kembalinya organisasi teroris ini kepada operasi sembunyi-sembunyi dan perorangan, bukan lagi dalam bentuk organisasi yang rapih seperti yang dihadapi pasukan Irak dewasa ini,” pungkasnya. (mm/raialyoum/sputnik/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL