omar al-shishani isisWashington, LiputanIslam.com – Tokoh terkemuka kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Omar al-Shishani yang pekan lalu dilaporkan terluka akibat serangan udara di kota al-Shaddadi, Suriah, dilaporkan sudah menemui ajalnya.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) Senin (14/3) memastikan komandan besar dan “menteri perang” ISIS asal Georgia itu tewas akibat luka yang dideritanya sejak dia dan konvoi pasukannya diterjang gelombang serangan pesawat nirawak dan pesawat berawak pada 4 Maret lalu yang juga menewaskan 12 anggota ISIS lainnya.

“Kami yakin dia kemudian mati akibat luka-lukanya,” ungkap juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis kepada AFP.

Lembaga Observatorium Suriah untuk HAM pekan lalu menyatakan al-Shishani dilarikan ke sebuah rumah sakit di provinsi Raqqah, Suriah, dan di situ dia dirawat oleh “seorang dokter jihadis asal Eropa.”

Hari Minggu lalu, lembaga itu menyatakan pentolan ISIS itu sudah mati secara klinis sejak beberapa hari sebelumnya.
“Al-Shishani tak dapat bernafas sendiri sehingga menggunakan mesin. Secara klinis dia sudah mati sejak beberapa hari,” ungkap ketua lembaga itu, Rami Abdel Rahman, sebagaimana dilansir AFP.

BBC melaporkan bahwa para pejabat AS menduga al-Shishani dikirim ke kawasan Shaddadi untuk memperkuat pasukan ISIS menyusul serangkaian kekalahan kelompok teroris terbengis di dunia ini dalam perang melawan pasukan militer Suriah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL