Ramallah, LiputanIslam.com –  Kementerian Informasi Palestina, Ahad (8/7/2018), menyerukan penyelenggaraan pertemuan internasional secepatnya untuk melindungi tempat-tempat suci di Al-Quds (Yerussalem) Timur.

Seruan ini dinyatakan menyusul Menteri Pertananian dan Pembangunan Pedesaan Israel Uri Ariel melakukan “tindakan provokatif” dengan mendatangi komplek Masjid al-Aqsa di Al-Quds Timur bersama sekelompok warga Yahudi Zionis pada Ahad pagi.

Kementerian Informasi Palestina menyebut tindakan Ariel itu sebagai; provokasi dan teror terhadap tempat-tempat suci Islam dan Kristen; seruan terbuka untuk penghancuran Masjid al-Aqsa; serangan terhadap jemaah shalat dan warga yang beriktikaf di dalamnya; dan respon cepat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas keinginan para menteri dan anggota parlemen Israel untuk melakukan penistaan lagi terhadap Masjid al-Aqsa.

Karena itu, Kementerian Informasi Palestina lantas mendesak PBB dan lembaga-lembaga dunia terkait agar bertindak  secepatnya demi menghentikan pelanggaran Israel.  Kementerian ini juga meminta Komisi al-Quds yang bernaung di bawah Organisasi Kerjasama Islam (OKI) agar “mengingatkan dunia akan eskalasi terorisme Israel terhadap tempat-tempat suci.”

Senada dengan ini, Kantor Wakaf Islam dan Urusan Masjid al-Aqsa juga mengecam pelanggaran Areil dan menyebutnya provokasi. Kantor ini menjelaskan bahwa masuknya Ariel ke komplek Masjid al-Aqsa dilakukan setelah ada keputusan Netanyahu memperkenankan para menterinya dan para anggota Knesset untuk “melakukan lagi serbuan ke Masjid al-Aqsa” setelah ada larangan sejak dua tahun silam. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*