Wina, LiputanIslam.com –  Menteri Energi AS Rick Perry menuduh Iran berusaha menyerang seluruh sistem energi dunia dengan cara membom fasilitas minyak Arab Saudi.

“Ini merupakan serangan yang disengaja terhadap eknomi dunia dan pasar energi global,” tudingnya dalam pertemuan tahunan perwakilan energi nuklir internasional di Wina, Austria, Senin (16/9/2019).

Dia menyatakan bahwa meskipun “Iran melakukan upaya-upaya keji” AS percaya bahwa pasar minyak masih dapat menolerir kondisi ini, dan AS pun siap memberikan bantuan dengan cadangan minyaknya untuk menutupi kekurangan suplai Saudi.

Senada dengan ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya berkomitmen menyokong para sekutunya, menyusul serangan yang menerjang kilang-kilang minyak Saudi. Trump menyatakan demikian sembari menegaskan bahwa AS sudah tidak lagi memerlukan  pasokan minyak dan gas dari Timteng.

Baca: Ada Kemungkinan Aramco Diserang Lagi, Yaman Peringatkan Pekerja Asing untuk Menjauh

“Kami tidak membutuhkan minyak dan gas Timteng, dan sebenarnya jumlah kapal-kapal tanker kami di sana sedikitnya sekali, tapi kami akan membantu para sekutu kami,” ungkapnya melalui Twitter.

Sebelumnya, di Twitter dia juga membuat pernyataan keras terkait dengan serangan tersebut.

Baca: Zarif: AS Beralih dari “Tekanan Maksimum” ke “Penipuan Maksimum”

“Suplai minyak Arab Saudi diserang. Ada alasan untuk percaya bahwa kita tahu pelakunya, (AS dalam posisi) locked and loaded tergantung dengan verifikasi (pelakunya). Tapi kita tetap harus menunggu penjelasan dari Kerajaan (Saudi) tentang siapa yang mereka percaya menjadi penyebab atas serangan ini, dan dengan syarat apa kita dapat bergerak!” tulisnya.

Kelompok pejuang Ansarullah mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut, namun para petinggi AS bersikukuh menuduh Iran berada di balik serangan itu.  (mm/railayoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*